WA Channel

Jakarta – Usai dideklarasikan sebagai calon presiden (capres) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo dikaitkan dengan sejumlah figur yang bakal mendampinginya sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Salah satu nama yang santer beredar yakni nama Imam Masjid Istiqlal Jakarta, Prof Nasaruddin Umar.

Nama Nasaruddin yang juga merupakan Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah periode 2022-2027 mencuat karena dinilai sebagai sosok NU tulen yang punya keilmuan mumpuni, basis NU kuat, dan tidak ambisius dalam urusan politik.

Menanggapi hal itu, mantan Wakil Presiden RI ke-10 Jusuf Kalla menyebut hal itu wajar jika Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mencari tokoh dari NU untuk mendampingi Ganjar.

“Soal PDIP dengan NU ini begini. Selalu ada indikasi antara presiden wakil presiden ini berbeda. Berbeda supaya, kalau bisnis pasarnya lebih luas,” kata JK kepada wartawan usai menerima kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kediamannya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, pada Senin (15/5/2023) malam.

JK menyebutkan bahwa sebagai partai nasionalis, PDIP tentunya ingin mencari kandidat cawapres yang mempunyai ciri keagamaan.

“Selalu begitu, dan mudah-mudahan itu juga tetap terjadi. Dan itu untuk menambah dan memperluas ya,” ucap JK, dilansir kumparan.

Kendati demikian, lanjut dia, keputusan menduetkan Ganjar Pranowo dengan Prof Nasaruddin Umar merupakan urusan PDIP.

“Saya tidak ikut campur sama sekali. Cuma karena Anda bertanya saja, saya jelaskan seperti itu. Saya tidak mencampuri urusan yang lain. Itu kewenangan masing-masing,” pungkasnya.