WA Channel

Sengkang, KABARWAJO.ID – Politisi Partai Gerindra, Ibnu Hajar, angkat bicara terkait 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Wajo periode 2025-2030, Andi Rosman-Baso Rahmanuddin (AR-Rahman).

Menurut Anggota Komisi I DPRD Wajo ini, dirinya secara pribadi melihat tidak cukup hanya dalam 100 hari menilai kinerja seorang kepala daerah yang baru beberapa bulan dilantik.

“Saya menilai, kita tidak bisa mengukur kinerja Bupati dan Wakil Bupati Wajo hanya dalam kurun waktu kerja 100 hari. Apalagi alokasi penganggaran ini masih 2024, tentu ada pergeseran mengingat adanya efisiensi anggaran di awal pemerintahan pasangan AR-Rahman ini,” ungkap Ibnu Hajar saat dikonfirmasi KABARWAJO.ID, Jumat (23/5/2025) malam.

Ia menambahkan, tidak elok jika membandingkan kinerja kepala daerah di awal-awal pemerintahan karena masing-masing memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda.

“Tentu beda gaya kepemimpinan. Saya melihat, bupati dan wakil bupati kita ingin memperbaiki dari dalam dengan melatih kedisiplinan para ASN maupun non-ASN. Bagaimana pemerintahan bisa berjalan dengan baik jika yang melaksanakan kurang berintegritas dan bertanggung jawab,” imbuh Ibnu Hajar.

Soal mutasi, ia enggan berkomentar lebih jauh. Menurut Ibnu Hajar, mutasi sepenuhnya menjadi kewenangan Bupati dan Wakil Bupati Wajo Andi Rosman-Baso Rahmanuddin.

“Kalau soal isu mutasi, itu sepenuhnya menjadi hak dan wewenang bupati dan wakil bupati. Terkecuali ada hal yang mendesak, bisa saja bupati mengusul ke kementerian,” pungkasnya.

(Adi PW)