BENGKULU – Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Offfice/PCO) Ricky Tamba melakukan kunjungan ke Bengkulu, Kamis (17/4).
Kunjungan itu, menurut Ricky, bertujuan bertemu dan berdiskusi santai dengan aktivis sosial dan juga para relawan Prabowo-Gibran.
“Peran serta mereka akan mengakselerasi implementasi berbagai program yang sudah, sedang, dan akan terus dijalankan pemerintah. Sesuai arahan Presiden Prabowo, peningkatan komunikasi publik adalah bagian penting kerja nyata yang tentu saja harus semakin memperluas keterlibatan publik di mana pun,” kata Ricky Tamba melalui siaran persnya yang diterima KABARWAJO.ID.
Sebelumnya, bertempat di Desa Jenggalu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Ricky Tamba mewakili PCO turut menghadiri peluncuran program percepatan swasembada pangan berupa penanaman jagung yang diinisiasi Jaringan Pendamping Kebijakan dan Pembangunan (JPKP) yang digawangi Ketua Umum Maret Samuel Sueken dan Sekretaris Jenderal, Herlina Prawirosukarto.
Swasembada Pangan dan Komitmen Prabowo
“Salam dari Pak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran, juga Pak Kepala PCO Hasan Nasbi untuk Bapak Ibu semua. Terima kasih banyak atas perjuangan memastikan swasembada pangan, khususnya dengan penanaman jagung di lahan ex HGU Sahabudin yang secara bertahap akan mencapai ratusan hektare,” ujar Ricky.
“Komitmen Pak Prabowo tak perlu diragukan, karena dari puluhan tahun lalu selalu memperhatikan kaum tani. Bahkan, Pak Prabowo telah mengeluarkan berbagai Inpres dan Perpres yang menyangkut soal ketahanan swasembada pangan yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC),” sambung Ritam, sapaan akrab aktivis ’98 ini.
Dia menjelaskan beberapa peraturan terbaru yang diterbitkan terkait pangan, antara lain Presiden menginstruksikan Bulog melakukan penyerapan jagung dengan HPP Rp 5.500, kebijakan mendukung optimalisasi swasembada jagung, peningkatan produksi melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan, penguatan cadangan jagung pemerintah melalui penyerapan dengan target 1 juta ton CJP, peningkatan produktivitas melalui penguatan sentra jagung potensial (Bengkulu, NTB, Lampung, dll), juga adanya pembuatan Koperasi Desa Merah Putih guna meningkatkan usaha perekonomian masyarakat.
Ricky berharap, masyarakat terus rukun, bersatu dan gotong royong dalam perjuangan membantu menyukseskan swasembada ketahanan pangan yang merupakan tugas mulia dari pemerintah bersama rakyat dalam mewujudkan Indonesia maju, adil, dan makmur.
Setelah menanam jagung, kegiatan dilanjutkan dengan tanya-jawab dengan masyarakat tentang program pertanian dan pembangunan lainnya. Antusiasme masyarakat sangat tinggi dan bertahan hingga sore hari.
“Kita secara massif terus mengkampanyekan program kerja strategis ketahanan pangan Presiden Prabowo. Kali ini melalui gerakan menanam jagung, JPKP menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jenggalu untuk memanfaatkan lahan yang sudah tidak produktif ex HGU Sahabudin yang sudah ada penetapan pengadilan. Ini merupakan pilot project di wilayah Sumatera dan akan terus digalakkan di seluruh Indonesia,” jelas Herlina, Sekjen JPKP.
Lahan-lahan yang sudah tidak produktif, lanjut dia, harusnya bisa menjadi nilai ekonomis untuk kesejahteraan desa dan rakyat, bukan untuk dimiliki apalagi dikuasai oleh mafia tanah yang merugikan negara.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat desa bisa berjalan dengan baik melalui BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih dalam mengelola sumber daya alam dan potensi usaha yang ada.
Setelah kegiatan penanaman jagung, Ricky Tamba bersama Herlina dan puluhan relawan Prabowo-Gibran berkeliling Kota Bengkulu mengunjungi dan kontemplasi di Rumah Kediaman Pengasingan Bung Karno dan Ibu Fatmawati, melakukan salat di Masjid Jami Kota Bengkulu yang hasil karya arsitektur Soekarno, juga melihat aktivitas wisata dan perdagangan UMKM di Pantai Panjang.




Tinggalkan Balasan