WA Channel

MAKASSAR, KABARWAJO.ID – Pondok Pesantren As’adiyah di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, bakal menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tingkat Nasional dan Asia Tenggara pada Oktober 2025 mendatang.

Lomba baca kitab kuning tingkat regional dan Asia Tenggara ini merupakan kali pertama diselenggarakan dan wilayah timur Indonesia sebagai tuan rumahnya.

Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Pemprov Sulsel, Arafata, mengatakan komitmen Pemprov Sulsel untuk menyuksesan perhetalan MQKN-Asia Tenggara. Menurut Arafata, hal itu merupakan kebanggaan bagi Pemprov Sulsel.

“Sesuai arahan Gubernur, kami akan bersinergi penuh untuk menyukseskan perhelatan ini,” kata dia pada rapat koordinasi pelaksanaan MQKN dan Asia Tenggara 2025 di Makassar, Selasa (29/4).

Sementara itu, Direktur Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Basnang Said menekankan pentingnya menjadikan MQK Nasional dan Asia Tenggara bukan hanya sebagai ajang keagamaan, tetapi juga sebagai momen memperkuat identitas pesantren sebagai lembaga pendidikan asli Indonesia.

Sebagai bagian dari penguatan identitas lokal, Basnang juga mendorong sinergi dengan Dinas Kebudayaan untuk menampilkan kekayaan budaya Wajo dan Sulsel dalam kegiatan MQKN.

“Kita ingin ada warna Sulsel yang kuat. Ini bukan hanya kerja Kementerian Agama, tapi kerja bersama,” ujarnya.

Basnang Said juga mengapresiasi dukungan Pemprov Sulsel. Dia berharap, kegiatan ini akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal, khususnya di Kabupaten Wajo yang menjadi lokasi utama kegiatan.

“Kalau perlu, kita jadwalkan 24 kabupaten/kota di Sulsel untuk ikut serta,” katanya.

MQK Nasionald dan Asia Tenggara tahun ini digelar dengan konsep digitalisasi. Dalam babak penyisihan MQKN akan digelar secara daring melalui (Computer Based Test/CBT).