Sengkang, KABARWAJO.id – Bagi warga Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulsel, Warkop Temangnge sudah sangat familiar dan menjadi tongkrongan berbagai kalangan sejak subuh seusai menunaikan salat Subuh.
Menyajikan kue tradisional seperti bolu paranggi, pengunjung juga bisa menghabiskan waktu sembari bercengkrama dengan sajian minuman mulai dari kopi susu, teh susu, kopi telur, hingga teh madu yang disajikan dengan cara yang masih tradisional dengan menggunakan kayu bakar.
Pengelola Warkop Temangnge, Muhammad Faisal mengatakan, penyajian secara tradisional dengan menggunakan tungku dan kayu bakar tersebut sengaja dipertahankan hingga turun-temurun ke generasi ketiga saat ini.
Menurut Faisal, Warkop Temangnge sudah dirintis sang kakek bernama Abdullah sejak tahun 1965 atau di masa pemerintahan Bupati Wajo Andi Unru.
Pengelolaan warkop ini diwariskan secara turun-temurun ke anak dan cucu Abdullah.
“Saat ini dikelola generasi ketiga. Kami enam orang bergantian shift, masih saudara dan bersepupu,” kata Faisal, saat berbincang dengan KABARWAJO.id, Kamis (29/2/2024) pagi.

Dia menuturkan, warkop yang berlokasi di Jalan Ammanagappa Kota Sengkang itu, sudah dibuka selepas salat Subuh hingga pukul 18.00 waktu setempat dan menjadi tempat tongkrongan berbagai kalangan.
Faisal bilang, warkop tersebut sejatinya bernama Warkop Sederhana. Lantaran kata “temangnge” selalu terlontar oleh para pengunjung yang sementara menikmati sajian minuman kopi atau teh dan kue tradisional, sehingga kini lebih identik dengan nama Warkop Temangnge.
“Temangnge itu panggilan sesama pengunjung di sini, jadi disebut lah Warkop Temangnge,” ujar dia.
Tempat Favorit SYL
Faisal mengungkapkan, warkop yang bisa dibilang salah satu warkop tertua di Kota Sengkang itu, juga kerap dikunjungi pejabat hingga publik figur saat berkunjung ke Wajo.
Mereka di antaranya eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), mantan Anggota DPR RI Akbar Faizal, Anggota DPD RI Tamsil Linrung, Anggota DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras, hingga pesohor Syaiful Jamil.
“Saat menjadi Gubernur Sulsel, pak Syahrul sering ke sini setiap berkunjung ke Wajo,” tutur Faisal.
Salah seorang pengunjung, Nanang Syamjaya, mengaku terkesan dengan cara penyajian Warkop Temangnge yang masih menggunakan cara tradisional.
“Ini sesuatu yang unik dan menjadi pembeda warkop yang ada di Sengkang,” kata Nanang yang baru menginjakkan kaki di ibu kota Kabupaten Wajo ini. (adi_pw)




Tinggalkan Balasan