WA Channel

Makassar, KABARWAJO.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai mempersiapkan segala hal terkait pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Provinsi (Pra-Porprov) 2025 serta Porprov Sulsel ke-18 tahun 2026 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Wajo.

Pada Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) yang dilaksanakan 27 Desember 2024, disepakati untuk membentuk 11 tim perumus yang terdiri dari para Wakil Ketua KONI Sulsel, perwakilan KONI kabupaten dan kota, serta perwakilan Pengurus Provinsi cabang olahraga.

Salah satu yang menjadi kekhawatiran pengurus cabang olahraga yang akan berkompetisi di Porprov Sulsel 2026 di Kabupaten Wajo yakni anggaran hibah dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dinilai minim untuk tahun 2025 sebesar Rp 2,5 miliar.

Sementara anggaran rutin tahunan KONI Sulsel sebesar Rp 900 juta, sehingga sisa anggaran Rp 1,6 miliar dinilai tidak mencukupi untuk pembinaan atlet dan pelaksanaan babak kualifikasi (Pra-Porprov) yang dijadwalkan pada Maret – Desember 2025.

“Anggaran ini sangat minim jika dibandingkan dengan kebutuhan pelaksanaan Pra-Porprov di 45 cabang olahraga. Ini menjadi tantangan besar bagi kami,” kata Sekretaris Umum Persatuan Tinju Indonesia (Pertina) Sulsel, Sri Syahril.

Ketua KONI Sulsel, Yasir Mahmud, menyatakan, ke-11 tim perumus yang dibentuk itu akan merumuskan solusi pada empat isu utama.

Yakni kajian kritis terhadap Permenpora No. 14 Tahun 2024, anggaran hibah KONI Sulsel 2025 yang minim, kesiapan Kabupaten Wajo sebagai tuan rumah Porprov Sulsel 2026, dan kesiapan 45 cabang olahraga dalam pelaksanaan Pra-Porprov 2025.

“Kami akan mencari solusi terbaik, termasuk advokasi kepada pemerintah daerah dan mitra kerja lainnya, agar kebutuhan anggaran olahraga dapat terpenuhi. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.