WA Channel

Makassar, KABARWAJO.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa meluncurkan aplikasi pembelajaran Learning Management System (LMS) Pamong Desa di Jakarta, Selasa (15/10).

Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Suhajar Diantoro mewakili Mendagri menyatakan, LMS Pamong Desa dibangun dalam rangka membangun sistem manajemen pembelajaran berbasis digital bagi seluruh aparatur pemerintahan desa dan pengurus kelembagaan desa se-Indonesia.

Suhajar menekankan, pentingnya dukungan dari pimpinan daerah untuk keberhasilan implementasi LMS Pamong Desa.

Dia menyebut, keberhasilan LMS ditentukan oleh tiga faktor utama, yaitu kemauan dan dukungan dari pimpinan daerah, pembangunan infrastruktur jaringan internet, serta partisipasi aktif dari pamong desa.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kadis Kominfo Sulsel Sultan Rakib mengatakan pihaknya siap menopang dan menyukseskan LMS Pamong Desa di seluruh kabupaten/kota se-Sulsel.

“Namun, perlu bapak dan ibu tahu bahwa Sulsel yang sudah terbebas dari 3T ini masih memiliki sebanyak 421 titik blank spot (wilayah yang tidak terjangkau jaringan telekomunikasi atau sinyal internet) di Sulsel, ini kendalanya pak,” kata Sultan Rakib.

Dia menambahkan, Pemprov Sulsel sudah berulang kali mengajukan realisasi infrastruktur untuk mengatasi area blank spot tersebut, namun harus kecewa karena tidak ada kejelasan dari pemerintah pusat.

“Kami dari Kementerian Kominfo Dirjen Aptika, pak Gubernur kami saat itu yang tanda tangan, sampai sekarang belum ada reaksi,” ujar Sultan.

Dirjen Aptika Hokky Situngkir yang hadir pada kesempatan itu langsung menanggapi dan menjanjikan hal tersebut akan segera terealisasi di seluruh Indonesia.

“Sabar ya pak ya, tunggu,” kata Hokky.

Diketahui, untuk urusan teknis melancarkan operasional LMS tersebut akan dibangun beberapa tower untuk memperlancar internet di desa-desa secara bertahap.

(Humas Pemprov Sulsel)