KABARWAJO.ID – Pemerintah Kabupaten Wajo punya kiat tersendiri dalam mendengar aspirasi dan keluhan warga. Salah satunya melalui kegiatan Manre Sipulung (makan bersama) yang merupakan tradisi yang sudah ada dari para leluhur masyarakat Wajo di masa lampau.
Dalam kegiatan Manre Sipulung ini, tak sekadar makan bersama, tetapi juga menjalin silaturahmi dan berbaur langsung dengan masyarakat. Bupati dan Wakil Bupati Wajo, Andi Rosman-Baso Rahmanuddin, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung pada kegiatan tersebut.
Menurut Bupati Wajo, kegiatan itu sekaligus mewujudkan semangat kekeluargaan dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
“Kita ingin tidak ada sekat yang terjadi antara pemerintah dengan masyarakat. Secara pribadi saya ingin mengajak stakeholder agar membiasakan diri duduk bersama warga, sekaligus mendengar apa keluh kesah mereka yang terjadi selama ini,” kata Andi Rosman.
Bupati menambahkan, kegiatan itu sebagai wujud dalam melestarikan tradisi dan nilai-nilai leluhur. Dia menyatakan Manre Sipulung itu akan menjadi kegiatan rutin yang dilakukan setiap bulan dan setiap tahunnya.
“Manre sipulung ini juga sebagai bentuk rasa syukur kepada sang pencipta dan berharap pemerintah dan masyarakat tetap kompak dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” urainya.
“Alhamdulillah, Wajo menempati urutan ke-11 produksi pertanian se-Indonesia. Terima kasih para pejuang pertanian dan pihak terkait. Semoga kita terus konsisten ke depannya,” pungkas Bupati Wajo. []



