INFO KORPORASI – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto memberikan apresiasi terhadap komitmen Astra dalam mendampingi desa hingga mampu meningkatkan kapasitas usaha dan menembus pasar ekspor.
Hal ini diungkap Mendes-PDT pada pelepasan ekspor komoditas gula aren organik dari Desa Sejahtera Astra Temon Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, ke Malaysia, Belanda, dan Australia pada Kamis (12/2). Total ekspor mencapai lebih dari 11 ton dengan nilai ratusan juta rupiah.
“Kami mengapresiasi komitmen Astra yang secara konsisten mendampingi desa hingga mampu meningkatkan kapasitas usaha dan menembus pasar ekspor. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat demi mendorong kemandirian ekonomi desa dan kemajuan negeri yang kita cintai,” kata Yandri, melalui siaran pers PT Astra International yang diterima KABARWAJO.ID.
Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto menambahkan, langkah tersebut menjadi tonggak penting bagi Astra dalam memperluas jangkauan pasar produk unggulan Desa Sejahtera Astra ke pasar global dengan memberikan pendampingan yang konsisten, mendukung kolaborasi lintas sektor, serta penguatan kualitas produk.
“Diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas serta dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” ujar Boy Kelana.
Ekspor itu meliputi 10 ton ke Malaysia dengan nilai sekitar Rp400 juta, 1 ton ke Belanda (5.000 pcs kemasan 200 gram) dengan nilai sekitar Rp67,5 juta, serta 500 kilogram ke Australia (2.500 pcs mini cube kemasan 200 gram) dengan nilai sekitar Rp67,5 juta.
Sejak diluncurkan pada tahun 2018, program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau 1.280 desa di 35 provinsi di Indonesia, dengan 548 desa berhasil melakukan ekspor dan total ekspor mencapai Rp411 miliar pada periode 2021–2025.
Selain program Desa Sejahtera Astra, Astra juga telah membina lebih dari 19.000 UMKM melalui Yayasan Astra dan Grup Bisnis Astra. []



