DI tengah perhelatan Piala Dunia 2026 dan kesuksesan tim nasional Argentina melaju ke babak perempat final, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) dilaporkan tengah membuka penyelidikan terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA).
Sejumlah media luar negeri memberitakan fokus investigasi FBI tersebut pada salah satu perusahaan yang berbasis di Florida, Amerika Serikat, bernama TourProdEnter LLC. Perusahaan ini ditunjuk oleh AFA sebagai pengumpul pendapatan eksklusif dari sponsor, hak komersial, pertandingan persahabatan, dan berbagai kontrak internasional tim nasional Argentina usai memenangkan Piala Dunia 2022.
Menurut surat kabar La Nacion yang berbasis di Argentina menyebutkan, fokus penyelidikan mengarah pada hubungan bisnis antara AFA yang dipimpin Claudio Tapia sejak 2017 dan perusahaan TourProdEnter LLC.
Perusahaan tersebut mengelola dana sekitar 230 juta euro milik federasi sepak bola Argetina itu. Menurut laporan La Nacion mengungkapkan, hanya sebagian dana yang dapat ditelusuri penggunaannya untuk kebutuhan operasional resmi AFA.
Sekitar 50 juta euro diduga disalurkan ke sejumlah perusahaan dan pihak penerima dengan transaksi yang dipertanyakan. Sebagian dana diduga mengalir ke rekening perusahaan yang dikendalikan oleh individu penerima bantuan sosial di Bariloche dan Buenos Aires, serta pihak yang disebut memiliki keterkaitan dengan pejabat internal AFA. Dugaan awal berkaitan dengan pencucian uang, penipuan telekomunikasi, dan penggelapan pajak.
Sementara media Spanyol, Marca, menulis penyelidikan awal dimulai sejak tahun 2025 dan ditangani tiga jaksa federal yang khusus menangani kejahatan keuangan. Yakni Patrick Gushue dan Christopher Ting, yang berbasis di Washington DC dan Michael Berger, dari Distrik Selatan Florida.
“Salah satu langkah paling signifikan sejauh ini adalah pernyataan pengusaha Guillermo Tofoni, pelapor asli mengenai struktur keuangan AFA di Amerika Serikat. Selain itu, Departemen Kehakiman sedang mempertimbangkan untuk memanggil mantan pejabat dari pemerintahan Javier Milei,” tulis Marca, Rabu (8/7/2026).
Guilermo Tofoni merupakan seorang pengusaha yang bertindak sebagai perantara untuk pertandingan internasional Argentina dan mengecam model manajemen keuangan AFA. Dia telah dipanggil untuk memberikan kesaksian kepada para penyelidik dari Departemen Kehakiman AS dan FBI.
Pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu berfokus pada aliran ratusan juta dolar melalui bank dan perusahaan yang berbasis di AS yang terlibat dalam operasi bisnis internasional AFA.
Menurut laporan Marca, kasus ini bermula dari peringatan Kementerian Keamanan Argentina yang saat itu di bawah kepemimpinan Patricia Bullrich, yang mengirim ke otoritas AS pada September 2024 mengenai aktivitas keuangan yang dianggap mencurigakan terkait dengan AFA.
Namun, saat itu, FBI menilai bahwa tidak cukup bukti untuk membuka penyelidikan kriminal. Situasi berubah pada awal 2026 ketika file kasus mencuat dengan dokumentasi perbankan baru dan keluhan yang disampaikan Guilermo Tofoni.
Di sisi lain, Presiden AFA Claudio Tapia juga telah dituduh melakukan penggelapan pajak. Meskipun investigasi FBI independen dari pemerintah Buenos Aires, secara tidak langsung hal itu berpotensi menjerat Claudio Tapia.
Sementara itu, perwakilan AFA menegaskan, fakta bahwa pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan bukan berarti organisasi tersebut telah melakukan kesalahan apa pun.
Pimpinan AFA juga menekankan bahwa semua perselisihan harus diselesaikan melalui badan peradilan yang berwenang dan menolak tuduhan yang diajukan oleh para pengadu.
[Referensi Marca, La Nacion]



