Categories: Sejarah & Budaya

Menilik Jejak Raja-raja Dinasti Bugis yang Pernah Memerintah di Kesultanan Aceh Darussalam

Kesultanan Aceh yang termasyhur di masa lampau pernah dipimpin raja-raja yang merupakan keturunan Bugis.

Mengutip acehtourism, asal-usul Sultan Aceh berdarah Bugis dimulai dari pernikahan Sultan Iskandar Muda dengan Putroe Suni yang merupakan anak Daeng Mansyur.

Daeng Mansyur disebutkan berasal dari Wajo dan masih memiliki darah bangsawan Bugis. Alkisah, Daeng Mansyur terdampar di Pidie, Aceh, dalam pelayarannya.

Dia hidup menyatu dan berbaur dengan masyarakat Aceh yang kemudian menikahi putri seorang ulama Pidie, Teungku Chiek di Reubee.

Dari pernikahan itu, Daeng Mansyur dikaruniai dua orang anak masing-masing Putroe Suni dan Zainal Abidin yang dikenal dengan sebutan Teungku Di Lhong yang selanjutnya memiliki anak bernama Abdurrahim Maharajalela.

Abdurrahim Maharajalela selanjutnya melahirkan seorang anak bernama Maharajalela Melayu yang kemudian dinobatkan menjadi Sultan Aceh pada tahun 1727 oleh para panglima sagi dengan gelar Sultan Alauddin Ahmad Syah.

Makam raja-raja dari Dinasti Bugis di Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Sultan Alauddin Ahmad Syah merupakan sultan ke-23 di Kesultanan Aceh Darussalam sekaligus sultan pertama dari Dinasti Aceh-Bugis. Dia memerintah mulai tahun 1727 hingga 1735.

Selanjutnya, Sultan Alauddin Johan Syah naik tahta pada tahun 1735 menggantikan ayahnya Sultan Alauddin Ahmad Syah. Dia memerintah hingga tahun 1760.

Sementara dari pernikahan Putroe Suni dengan Sultan Iskandar Muda dikaruniai seorang putri bernama Safiatuddin Syah yang kemudian dipersunting Iskandar Thani dari Pahang. Keturunan Daeng Mansyur inilah yang menurunkan sultan dan sultanah Aceh keturunan Bugis di Aceh Darussalam.

Sultan Aceh terakhir dari Dinasti Bugis yakni Sultan Muhammad Daud Syah yang memerintah pada tahun 1874 hingga 1903. Di masanya, dia berjuang melawan Belanda.

Perjuangannya melawan Belanda berhasil dipadamkan setelah istri dan keluarganya diculik oleh pihak Belanda yang membuat Sultan Muhammad Daud Syah menyerahkan diri.

Makam raja-raja Aceh dari Dinasti Bugis ini berada di Kompleks Museum Aceh di Jalan Sultan Mahmudsyah, Baiturrahman, Kota Banda Aceh atau sekitar 2,1 kilometer dari Masjid Raya Baiturrahman. [bs]

Sapriadi PW

Sapriadi, yang lebih akrab dikenal dengan nama pena Adi Pallawalino, adalah seorang jurnalis, penulis, dan traveler. Ia adalah pendiri media online KABARWAJO.ID dan Sulbarkini.com, berkiprah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar).

Recent Posts

Jelang Porprov Sulsel 2026, Kepala BKAD Sulsel Tinjau Kesiapan Venue di Bone

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…

1 jam ago

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu Jabat Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemendagri

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.

3 hari ago

Badan Komunikasi Diminta Sampaikan Masukan dan Kritikan Masyarakat ke Presiden

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…

3 hari ago

Pergantian Kepala Badan Komunikasi RI, DIR Ungkap Hasil Analisis di Media Mainstream dan Media Sosial

Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…

4 hari ago

“Gaspol” Usai Dilantik: Kapolri Suyudi Rombak Total Kapolda di Jawa, Ganti Empat Kapolda di Sulawesi

Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…

4 hari ago

Wagub Dorong Perbankan Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat, Literasi Keuangan Sulsel di Angka 61 Persen

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…

4 hari ago