Sejumlah bahasa daerah di tanah air terancam mengalami kepunahan. Hal itu lantaran seiring waktu berkurangnya penutur atau orang-orang menggunakan bahasa daerah tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Lantas bagaimana dengan eksistensi bahasa Bugis yang menjadi lambang identitas dan kebanggaan bagi masyarakat Bugis?
Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Makassar sekaligus Guru Besar Linguistik UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Andi Syukri Syamsuri M.Hum, mengatakan kepunahan bahasa Bugis bisa saja terjadi di masa mendatang.
“Kepunahan bahasa termasuk bahasa Bugis dapat terjadi jika ada muncul sikap inferior sosial terhadap bahasa Bugis dan penelantaran oleh para penutur itu sendiri, termasuk pula keberpalingan para ibu dari bahasa Bugis,” ungkap Prof Andis saat menjadi narasumber pada Lokakarya Pemuktahiran Kamus Bugis-Indonesia 2022 yang dilaksanakan Balai Bahasa Provinsi Sulsel kerja sama Badan Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Kemendikbudristek di Kantor Balai Bahasa Provinsi Sulsel, pertengahan Oktober 2022 lalu.
Dia menyebutkan, bahasa Bugis memiliki andil besar di Sulawesi Selatan dalam memperkaya bahasa Indonesia.
“Bahasa Bugis memiliki 27 dialek dan tersebar di berbagai daerah, provinsi, dan bahkan di luar negeri seperti di Johor, Malaysia. Oleh karena itu, hal ini perlu dipelihara agar tidak punah,” imbuhnya.
Prof Andis menambahkan salah satu kawah candradimuka pelestarian bahasa Bugis melalui pendidikan dan pembelajaran, khususnya terkait kurikulum, model pembelajaran, dan bahasa pengantar di sekolah.
“Selain melalui pendidikan dan pengajaran, tentu pemertahanan melalui penyusunan kamus bahasa Bugis dan implementasinya di tengah penutur,” paparnya.
Dalam lokakarya itu, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel dan Kota Makassar menekankan agar penegakan Permengub tentang pembelajaran bahasa daerah di sekolah dan penentuan satu hari dalam seminggu berbahasa daerah di sekolah perlu dikuatkan.
Pihak Dinas Pendidikan Kota Makassar menyatakan, pemakaian bahasa daerah yang ada di Sulsel satu hari dalam satu minggu di Sekolah Dasar termasuk menjadi bidang studi diajarkan ditandai tercantumnya dalam rapor ijasah dan dapodik kementerian.




Tinggalkan Balasan