Sengkang, KABARWAJO.ID – Kabupaten Wajo untuk pertama kalinya mencatat sejarah sebagai tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Qiraatul Kutub Internasional (MQKI) 2025. Perhelatan bergengsi yang dipusatkan di Bumi Lamaddukelleng, Kota Sengkang, ini disambut dengan Gala Dinner dan Pelantikan Dewan Hakim MQKI 2025, pada Rabu (1/10/2025) malam.
Dalam sambutannya, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya peran Dewan Hakim sebagai pengawal otoritas keilmuan dan penjaga kemurnian teks kitab. Menurutnya, memahami kitab klasik bukan hanya soal membaca teks, tetapi juga menggali makna yang terkandung di balik konteks.
“Dewan Hakim yang kita lantik malam ini memegang peranan sangat penting. Mereka bukan sekadar menilai, tetapi memastikan otentisitas teks tetap terjaga. MQKI harus menjadi ajang ilmiah yang bermartabat,” ujar Menteri Agama.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Wajo dan Telkom Indonesia yang bahkan menyiapkan jaringan internet dengan pemasangan kabel sepanjang delapan kilometer demi kelancaran acara.
Adapun jajaran dewan hakim MQKN tercantum dalam KMA 1216 Tahun 2025, dewan hakim MQKI dalam KMA 14222025 yang tertuang dalam Surat Tugas Dewan Hakim MQKI 2025 nomor 267/Dt.I.V/09/2025.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menyebut MQKI tahun ini menjadi momentum bersejarah karena pertama kali digelar di luar Pulau Jawa sekaligus naik ke level internasional.
“MQKI 2025 menghadirkan terobosan digital mulai dari registrasi, kompetisi hingga penilaian. Digitalisasi ini adalah wujud transparansi sekaligus tanda kesiapan pesantren menghadapi era transformasi teknologi,” tegasnya.
Sebanyak 89 dewan hakim dilantik dalam kesempatan tersebut, termasuk 6 hakim internasional dari berbagai negara. Hal ini menegaskan kredibilitas MQKI sebagai ajang yang diakui dunia.
Dirjen Pendis juga mengajak seluruh peserta untuk berkompetisi dengan sportivitas, sekaligus menjadikan MQKI sebagai ruang silaturahmi, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi kebangkitan Islam di masa depan.
Bupati Wajo, Andi Rosman, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kepercayaan menjadikan Wajo sebagai tuan rumah MQKI internasional. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan ini adalah amanah besar bagi masyarakat Wajo.
“Kami bersama pemerintah daerah telah mempersiapkan sebaik mungkin, termasuk penyelesaian infrastruktur jalan menuju Mancanang sepanjang 800 km. Tentu masih ada kekurangan, namun kami berharap MQKI ini membawa manfaat besar bagi penguatan ilmu dan ukhuwah Islamiyah,” ujar Bupati Andi Rosman.
Bupati juga menekankan bahwa Pesantren As’adiyah, sebagai pusat kajian Islam di Indonesia Timur, menjadi simbol kuatnya tradisi keilmuan di Wajo.
MQKI 2025 tidak hanya menghadirkan lomba baca kitab kuning, tetapi juga disertai Halakah Santri Internasional, Pameran Pesantren, hingga Masyarakat Bersholawat. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai provinsi dan negara sahabat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat peradaban pesantren dunia.
(Kemenag RI)



