Sengkang, KABARWAJO.ID – Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) mengapresiasi penunjukan Kabupaten Wajo sebagai tuan rumah Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional dan Internasional yang akan dilaksanakan selama sepekan, 1-7 Oktober 2025.
Bupati LIRA Wajo, Abrar Mattaliu mengatakan, ini sejalan dengan predikat dan identitas Wajo sebagai kota santri dan daerah yang religius serta memiliki komitmen tinggi terhadap nilai-nilai keagamaan.
Kendati demikian, Abrar menegaskan, Pemerintah Kabupaten Wajo dalam hal ini Bupati Andi Rosman diharapkan dapat menunjukkan kepemimpinan yang tegas dalam menjaga keselarasan antara kegiatan keagamaan dan ketertiban umum.
“Penutupan Tempat Hiburan Malam atau THM, dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga kekhidmatan dan keseriusan suasana selama MQK berlangsung,” kata Abrar kepada KABARWAJO.ID, Sabtu (27/9).
“Hal ini juga sebagai upaya untuk menjaga kekhusyukan dan kesakralan acara keagamaan tersebut, serta untuk mempertahankan citra Wajo sebagai Kota Santri yang religius dan berakhlak mulia,” sambung dia.
Abrar menyebutkan, keberadaan THM di wilayah Kabupaten Wajo saat ini masih menjadi polemik terkait waktu jam operasional yang dianggap suatu pelanggaran. Menurut dia, permintaan LSM LIRA terkait penertiban THM sebagai bentuk kepedulian terhadap terciptanya suasana yang kondusif dan khidmat selama berlangsungnya acara keagamaan.
“Penertiban rumah bernyanyi dan hiburan malam sangat penting demi menghormati peserta dari berbagai daerah dan negara yang sedang mengikuti Musabaqah Qiraatil Kutub,” ujar Abrar.
“Kami berharap Bupati Wajo segera mengeluarkan surat edaran untuk membatasi jam operasional atau menutup sementara aktivitas rumah bernyanyi dan hiburan malam selama MQK berlangsung,” tegasnya.
Surat edaran tersebut, lanjut Abrar, nantinya diharapkan diteruskan kepada pemilik usaha hiburan malam, aparat kepolisian, hingga Satpol PP untuk melakukan pengawasan di lapangan.
Dengan adanya penertiban THM, Abrar optimistis pelaksanaan MQK di Kabupaten Wajo yang diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 3.400 delegasi dari seluruh provinsi di Indonesia serta negara-negara tetangga seperti Malaysia, Brunei, Thailand, dan Singapura berjalan lancar, tertib, dan penuh khidmat. []



