Melalui program MYP 2025-2027, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan pembangunan infrastruktur lebih terarah dan berkelanjutan. Hasil dari efisiensi APBD dan keberhasilan manajemen anggaran Pemprov Sulsel.
——-
PERBAIKAN ruas jalan Impa-impa – Anabanua disambut antusias warga Kelurahan Anabanua, Kecamatan Maniangpajo, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Pasalnya, ruas jalan sepanjang 16,9 kilometer tersebut merupakan jalur utama yang menjadi akses warga dari Kecamatan Maniangpajo dan sekitarnya menuju Sengkang yang merupakan ibu kota Kabupaten Wajo.
Tokoh masyarakat Kelurahan Anabanua, Syamsul Bakhri Said, mengatakan bersyukur dengan adanya perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Wajo. Ia menyebut, daerah ini dulunya identik dengan jalannya yang rusak dan bergelombang.
“Tentu kita bersyukur dengan adanya perbaikan ruas jalan provinsi, termasuk ruas jalan Anabanua – Impa-impa. Dulu kita malas ke Sengkang karena jalan rusak dan berlubang yang memakan waktu hingga satu jam. Sekarang jalanan sudah diperbaiki, hanya 20 menit sudah sampai Sengkang (dari Anabanua),” kata Syamsul Bakhri kepada KABARWAJO.ID, Minggu, 6 September 2026.
Penasihat PWI Kabupaten Wajo ini mengenang ketika beberapa warga memilih memperbaiki jalan rusak secara swadaya, tepatnya di depan kantor Kelurahan Dualimpoe. Aksi swadaya itu bersumber dari dana patungan warga.
“Kondisi jalannya dulu memang sudah parah sekali. Dan sebuah kesyukuran karena Pemprov Sulsel sudah merealisasikan perbaikan ruas jalan Impa-Impa – Anabanua dan ruas jalan provinsi lainnya,” kata pensiunan ASN Pemerintah Kabupaten Wajo ini.

Hal senada diungkapkan Kepala Puskesmas Maniangpajo, Indo Asse. Sebelum ruas jalan Impa-Impa – Anabanua diperbaiki, dia menyebut sangat menghambat perjalanan ketika ada pasien yang hendak dirujuk ke Rumah Sakit Lamaddukelleng, Sengkang.
“Dulu susah sekali saat ada pasien hendak dirujuk. Kami bahkan kadang memberi pertimbangan ke keluarga pasien untuk dirujuk saja ke rumah sakit di Kabupaten Sidrap,” kata Indo Asse.
Sebagai Kepala Puskesmas Maniangpajo, ia pun kerap kali menghadiri kegiatan di Sengkang. Kondisi jalan rusak menurutnya juga berdampak pada onderdil kendaraan yang cepat rusak.
“Tentu onderdil mobil cepat rusak juga kalau melewati jalan rusak. Alhamdulillah, sekarang jalan ke Sengkang (Impa-impa – Anabanua) sudah diperbaiki. Kami tak terkendala lagi saat ada pasien yang hendak dirujuk ke Rumah Sakit Lamaddukelleng di Sengkang,” ujarnya.
Warga lainnya, Heriandi, yang berprofesi sebagai sopir lintas daerah mengatakan perjalanan lebih lancar setelah sejumlah ruas jalan provinsi diperbaiki sekaligus memudahkan sopir seperti dirinya dalam antar-jemput penumpang.
“Kalau jalan rusak, kita setengah mati saat menjemput penumpang. Sekarang beberapa ruas jalan sudah diperbaiki, perjalanan lebih lancar,” kata dia.
MYP Memberi Kepastian Pembangunan Infrastruktur di Sulsel
Terkait program Multi Years Project (MYP) yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam pembangunan infrastruktur di kabupaten/kota, Wakil Rektor III Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Lamaddukelleng Andi Bau Mallarangeng menilai hal tersebut sebagai sebuah terobosan baru.
Menurut Dosen LLDIKTI Wilayah IX ini, selain memberi kepastian kesinambungan pembangunan di satu wilayah, program MYP Pemprov Sulsel juga menjamin ketersediaan anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Inovasi MYP ini sangat bagus, karena pembangunan infrastruktur lebih terukur dan terarah. Jadi, ada jaminan pembangunan secara berkelanjutan. Program ini juga menjamin ketersediaan dana di APBD karena sudah dianggarkan 2-3 tahun,” kata Andi Bau Mallarangeng, Minggu, 6 September 2026.

Ia menyebutkan, selama ini proyek perbaikan jalan tidak dilakukan secara berkelanjutan atau hanya secara parsial. Andi Bau Mallarangeng mencontohkan, dulunya jalan hanya dikerja sepanjang 10 kilometer. Namun, jalan yang sempat diperbaiki itu sudah rusak dan baru dilanjutkan pembangunan selanjutnya.
“Biasanya kan jalan itu dikerja sepanjang 10 kilometer, nanti dilanjutkan kembali sambungannya beberapa tahun setelah jalan sebelumnya rusak. Dengan adanya program MYP ini, memberi kepastian pembangunan infrastruktur,” ujarnya.
Selain itu, menurut Andi Bau Mallarangeng, program MYP ini juga diharapkan menyerap 40 persen tenaga kerja lokal sehingga membuka lapangan kerja baru.
“Kalau ini semua berjalan, program MYP ini bagus sekali. Tetapi juga perlu adanya pengawasan dari elemen masyarakat untuk kesuksesan pelaksanaan program MYP ini,” imbuhnya.
Ia menambahkan, masyarakat Kabupaten Wajo seharusnya bersyukur dengan adanya program MYP yang memberi kepastian pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan ruas jalan provinsi yang rusak.
“Dengan adanya MYP ini, Wajo bisa selesai dengan problem jalan rusak yang banyak dikeluhkan selama ini,” ucap Andi Bau Mallarangeng.
Sejarah bagi Masyarakat Wajo
Sementara itu, Bupati Wajo Andi Rosman mengatakan pembangunan infrastruktur jalan provinsi melalui skema Multi-Years Project menjadi berkah bagi daerah ini. Apalagi, Kabupaten Wajo menjadi wilayah terpanjang penerima manfaat pada paket 4 sepanjang 119,39 kilometer.
“Ini sejarah bagi masyarakat Wajo, bantuan dari provinsi sangat luar biasa. Kita berharap berharap pembangunan jalan provinsi melalui skema multi-years dapat semakin mendukung Wajo sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan,” kata Andi Rosman.
Secara terpisah, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman terus memastikan pelaksanaan program Multi Years Project tahun 2025-2027 berjalan sesuai target. Dalam wawancara pada program Metro TV, ia menyebut progres pengerjaan jalan mencapai lebih dari 300 kilometer hingga Selasa (1/9/2026) dari 1.000 kilometer ruas jalan rusak yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah, semua berjalan. Progresnya sesuai rencana dan semuanya on the track. Saat ini progres pekerjaan berada pada kisaran 20 hingga 35 persen,” kata Andi Sudirman.
“Bahkan beberapa ruas sudah mulai dinikmati masyarakat, khususnya ruas yang selama ini menjadi keluhan dan memiliki aktivitas lalu lintas harian rata-rata cukup tinggi,” pungkasnya.

Diketahui, Program Multi-Years Project (MYP) 2025-2027 merupakan program pembangunan infrastruktur yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada Oktober 2025 lalu. Anggaran bersumber dari hasil efisiensi APBD yang difokuskan pada pembangunan yang berdampak langsung terhadap konektivitas, produktivitas pertanian, dan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Proyek tahun jamak ini menargetkan pembangunan infrastruktur jalan secara berkelanjutan selama tiga tahun, yakni 2025-2027. Anggaran sebesar Rp3,7 triliun digelontorkan untuk penanganan infrastruktur jalan yang rusak di kabupaten/kota yang dibagi dalam 6 paket proyek pembangunan.
Khusus ruas jalan provinsi di Kabupaten Wajo, masuk dalam paket 4 dengan pagu anggaran Rp615,6 miliar sekaligus yang terbesar. Adapun 15 ruas jalan yang ditangani pada paket 4 meliputi Pekkae-Batas Kabupaten Soppeng, batas Barru-Takalala, Cabenge-Salaonro, Salaonro-Batas Kabupaten Wajo, batas Soppeng-Ulugalung, Impa Impa- Anabanua, dan Cabenge Soppeng.
Selanjutnya Anabanua-Malakke-Batas Sidrap, Doping-Atapange, Solo-Peneki-Kulampu, Salaonro-Batas Kabupaten Bone, batas Kabupaten Soppeng-Pompanua, Waempubbu-Pompanua, Lajoa-Pacongkang-Citta-Batas Bone, dan Batas Soppeng-Tobenteng.
Sementara Paket 1 mencakup 13 ruas jalan sepanjang 300,24 kilometer di wilayah Makassar, Gowa, Sinjai, dengan nilai kontrak Rp430 miliar, paket 2 mencakup 10 ruas jalan sepanjang 209 kilometer di wilayah batas Makassar, Takalar, Jeneponto dengan nilai kontrak Rp274 miliar, serta Paket 3 meliputi wilayah wilayah Pinrang, Sidrap, Enrekang, hingga Wajo dengan ruas jalan sepanjang 254 km dengan nilai kontrak Rp478 miliar.
Adapun Paket 5 meliputi ruas jalan yang menghubungkan Makassar, Bone, dan Sinjai sepanjang 218 kilometer dengan nilai kontrak Rp383,5 miliar, dan Paket 6 dengan total anggaran sekitar Rp239 miliar mencakup penanganan 20 ruas jalan di 9 daerah, yakni Kabupaten Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Pinrang, Jeneponto, Bantaeng, Maros, Kota Palopo, dan Kota Makassar.
Tak hanya berfokus pada peningkatan konektivitas antarwilayah melalui perbaikan dan pengaspalan ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan, program MYP 2025-2027 Pemprov Sulsel juga mendukung ketahanan pangan melalui rehabilitasi sistem irigasi dengan anggaran Rp780 miliar.
Pembangunan infrastruktur melalui program MYP Pemprov Sulsel juga ditujukan untuk penyediaan akses kesehatan berupa pembangunan Rumah Sakit Regional di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Luwu dengan alokasi anggaran Rp485 miliar.

[Penulis: Sapriadi ‘Adi Pallawalino’]



