KABARWAJO.id – Polarisasi antarpendukung pasangan calon menjelang Pilkada Wajo 2024 mulai terlihat. Di sejumlah platform media sosial, narasi perubahan atau berlanjut menjadi sebuah perdebatan yang tak terhindarkan.
Sebagai pasangan mantan Bupati Wajo dan Wakil Bupati Wajo Periode 2019-2024, Amran Mahmud dan Amran SE, mengusung tagline “Pammase Berlanjut”.
Sementara pasangan calon Andi Rosman dengan dr. Baso Rahmanuddin (AR-Rahman) menggaungkan narasi Pro Perubahan.
Menanggapi hal itu, Direktur Epicentrum Politica Iin Fitriani menilai pergulatan narasi menjelang kontestasi pemilihan kepala daerah serentak merupakan hal yang lumrah terjadi.
“Namun, penting juga untuk menjadi catatan bagi para calon untuk tidak menjadikan narasi tersebut sebagai jualan politik semata. Bagaimana pertarungan gagasan yang elegan yang diracik masing-masing calon, menjadi suguhan yang penting untuk dipertimbangkan pemilih,” kata Iin kepada Kabar Wajo, Senin (8/7/2024).

Dia menambahkan, elektabilitas Pammase sejauh ini memang masih mengungguli kandidat lainnya dengan menyentuh angka 30 persen.
Kendati demikian, lanjut Iin, pasangan Pammase juga harus lebih cermat melihat kecenderungan banyaknya dukungan partai politik yang mengarah ke AR-Rahman.
“Narasi berlanjut atau lanjutkan milik Pammase cukup bersaing dengan narasi rivalnya AR-Rahman yang menyuarakan Pro Perubahan. Dengan elektabilitas yang mencapai 20,3 persen, bisa saja menjadi ancaman serius bagi kerja-kerja tim petahana (Pammase) di lapangan,” ujar mantan Anggota KPU Wajo ini.
Iin menyebutkan, kemungkinan untuk lebih dari dua pasangan calon di Pilkada Wajo 2024 juga belum tertutup.
Kendati demikian, tingginya undecided voters atau mereka yang belum menentukan pilihan sebanyak 30,72 persen juga perlu menjadi perhatian bagi para kandidat.
“Undecided voters berpotensi menjadi kawan maupun lawan bagi petahana maupun penantang yang posisinya masih sangat dinamis menjelang pendaftaran (pasangan calon) di KPU,” pungkas Iin. []




Tinggalkan Balasan