WA Channel

Bola, KABARWAJO.id – Desa Lempong merupakan salah satu desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, sebagian lainnya bekerja sebagai nelayan, guru atau tenaga pengajar, dan pegawai.

Beberapa tahun terakhir, nama Desa Lempong yang berjarak sekitar 45 kilometer dari Kota Sengkang itu perlahan mulai dikenal dan ramai dikunjungi wisatawan lokal seiring kehadiran destinasi wisata Nur Milad Boarding School (NBS) Syariah Telaga Biru yang dibangun sejak September 2017.

Dibangun di atas lahan seluas 6 hektare dengan latar belakang persawahan Desa Lempong, NBS Syariah Telaga Biru perlahan menjadi salah satu destinasi favorit di Kabupaten Wajo. Di momen hari libur dan akhir pekan, ratusan pengunjung memilih menghabiskan waktunya di kawasan wisata berkonsep syariah dan literasi budaya dunia tersebut.

Tak sekadar menawarkan permandian kolam renang, kawasan wisata ini menghadirkan replika bangunan yang menjadi ikon beberapa negara sekaligus menjadi spot foto bagi pengunjung.

Replika kincir angin Holland khas Belanda di NBS Syariah Telaga Biru Lempong. Foto: Tim kabarwajo

Di antaranya replika kincir angin Holland khas Belanda, replika Menara Eiffel yang menjadi ikon Kota Paris, replika Piramida di Mesir, replika Ka’bah di Makkah, Patung Merlion Singapura, Tugu Monas Jakarta, hingga sementara dalam pembangunan replika Taj Mahal yang menjadi ikon India yang berada dalam satu kawasan.

Tak hanya itu, NBS Syariah Telaga Biru Lempong juga menyediakan sejumlah fasilitas bagi kenyamanan pengunjung, mulai dari gazebo yang berada di antara pepohonan rindang yang bisa disewa pengunjung, rumah pohon yang diberi nama “Rambo House”, aula seluas 96 meter persegi bagi instansi atau komunitas yang bermaksud mengadakan pertemuan, hingga penginapan Vila Bola Pucu’ yang bisa menjadi tempat menginap bagi pengunjung dengan tarif Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu per malam.

Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng, MM, MBA

Kehadiran NBS Syariah Telaga Biru ini tak lepas dari mimpi dan dedikasi putra daerah Lempong, Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng, MM, MBA, yang kini tercatat sebagai rektor di STIAMI Jakarta yang juga mendirikan Nur Milad Boarding School (NBS) di Desa Lempong sejak 27 Juli 2009.

Menurut Wahyuddin Latunreng, kehadiran destinasi wisata Telaga Biru sekaligus diintegrasikan dengan eksistensi Nur Milad Boarding School dengan tingkatan SMP dan SMA serta menggratiskan pendidikan bagi siswa kurang mampu.

“Wisata Syariah NBS Telaga Biru dibangun pada September 2017 sebagai destinasi wisata untuk membiayai keberlangsungan Pesantren Nurmilad. ​​​Sejak awal berdirinya, Wisata Syariah Telaga Biru NBS tidak hanya memberikan manfaat bagi santri dan karyawan Pondok Pesantren Nurmilad, tetapi juga memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat setempat,” ungkapnya.

Salah seorang pengelola NBS Syariah Telaga Biru Lempong, Risnayanti mengungkapkan, pengunjung kawasan wisata tersebut tak hanya berasal dari Wajo, namun daerah lain seperti Bone, Sidrap, Soppeng, hingga Palopo.

Replika Ka’bah di NBS Syariah Telaga Biru Lempong.

“Dari hasil penjualan karcis untuk membiayai Ponpes Nurmilad yang juga menggratiskan biaya pendidikan bagi santri kurang mampu. Kehadiran NBS Syariah ini juga turut memberdayakan warga sekitar, mulai dari produksi air mineral sendiri sampai dengan roti yang diberikan ke pengunjung pada pembelian karcis,” tandas Rsinayanti.

Adapun tarif masuk di NBS Syariah Telaga Biru Lempong untuk kategori dewasa dan remaja Rp 30 ribu termasuk gratis air mineral dan roti, sedangkan untuk anak-anak umur 2-12 tahun Rp 15 ribu.

Sedangkan bagi bayi di bawah 2 tahun, anak yatim piatu yang berusia 2-12 tahun, lanjut usia 65 tahun ke atas, hafiz 30 juz yang dibuktikan dengan dokumen diberlakukan tarif masuk gratis.

Kolam renang di NBS Syariah Telaga Biru Lempong.
Rambo House.
Replika Monas dan Patung Merlion.
Replika Piramida.