SIDRAP – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi memberikan apresiasi terhadap panen raya di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), di tengah kondisi kemarau dan kekeringan yang terjadi di sejumlah daerah.
“Di tengah kekeringan, ternyata kita masih panen. Ini bukti nyata sinergi yang baik seluruh pihak dalam penanganan kekeringan di Kabupaten Sidrap,” kata Fatmawati saat menghadiri panen raya padi oplah nonrawa melalui Program Listrik Masuk Sawah di Desa Takkalasi, Selasa (18/8).
Dalam kesempatan itu, Wagub Sulsel menyaksikan pengoperasian Program Listrik Masuk Sawah dan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa pompa 3 inci. Kegiatan itu menjadi bagian dari penguatan Pertanian Modern Advance Agriculture System (PMAAS) sekaligus mendukung upaya percepatan swasembada pangan nasional.
Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas padi di lokasi panen mencapai 10,4 ton per hektare. Angka tersebut meningkat dibandingkan musim tanam sebelumnya yang berada pada kisaran 7 ton per hektare.
Menurut Fatmawati, hasil tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dan penerapan berbagai inovasi pertanian untuk menjaga produktivitas lahan di tengah tantangan perubahan musim.
Dia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sidrap, Kementerian Pertanian, PLN, jajaran pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, serta para petani yang terus menjaga produktivitas pertanian.
Fatmawati berharap berbagai bantuan dan inovasi yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga petani dapat mempertahankan produktivitas, mengurangi risiko gagal panen, dan meningkatkan kesejahteraan.
“Semoga dengan adanya bantuan pompa ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, bisa tetap panen tepat waktu dan kita bisa meminimalisir kegagalan panen,” ujar Fatmawati.
Dukungan Kementerian Pertanian
Sementara Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UID Sulselrabar Albert S menyampaikan, terdapat 1.471 titik layanan pompanisasi untuk irigasi pertanian di wilayah kerja UP3 Parepare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.073 titik berada di Kabupaten Sidrap.
Dukungan itu juga mencakup kebutuhan daya sekitar 3,4 MVA untuk layanan pompanisasi di wilayah tersebut. Menurut Albert, elektrifikasi kini tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, bisnis, dan industri, tetapi juga mendukung sentra pertanian dan perkebunan.
“Semoga hal ini dapat membantu sektor pertanian menjadi lebih produktif, tangguh, dan tahan terhadap perubahan musim,” ujarnya.
Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar Rustan Massinai menyatakan, dukungan Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Sidrap pada 2026 mencapai sekitar Rp65 miliar.
Dukungan tersebut antara lain mencakup cetak sawah sekitar 606 hektare, optimalisasi lahan 3.120 hektare, pembangunan irigasi pompa sekitar 150 unit, irigasi tersier 38 titik, irigasi pipa 10 titik, serta pembangunan konservasi.
Rustan juga menyampaikan bahwa Sidrap mendapat dukungan optimalisasi lahan rawa sekitar 3.000 hektare. Ia mendorong pemerintah daerah terus mengusulkan kebutuhan pengembangan pertanian untuk program tahun berikutnya.
“Silakan diusulkan. Kami siap membantu untuk menambah tahun 2027, baik cetak sawah, Oplah, maupun irigasi pertanian,” katanya.
Kepala BRMP Sulawesi Selatan Zainal Abidin menuturkan, program PMAAS pada 2026 ditargetkan mencakup 91.000 hektare yang tersebar di 24 kabupaten/kota. Khusus Kabupaten Sidrap, alokasi PMAAS ditingkatkan dari target awal 7.000 hektare menjadi 10.000 hektare berdasarkan usulan pemerintah daerah.
“Dengan PMAAS ini kita berharap produktivitas bisa mencapai 10 ton per hektare. Kemarin di Desa Majelling kita sudah mendapatkan 11,2 ton per hektare,” jelas Zainal.
Penguatan Infrastruktur Listrik
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, keberhasilan panen di Desa Takkalasi merupakan hasil kolaborasi pemerintah, petani, penyuluh, PLN, dan berbagai pihak yang mendukung sektor pertanian.
Ia menyebut Desa Takalasi sebelumnya merupakan salah satu wilayah yang terdampak kekeringan. Namun, dukungan sumur bor, Program Listrik Masuk Sawah, bantuan pertanian, serta kerja keras masyarakat membantu mempertahankan produktivitas lahan pertanian.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga mendorong perluasan PMAAS di Desa Takkalasi hingga sekitar 395 hektare yang mencakup 13 kelompok tani.
Syaharuddin menyampaikan rencana penguatan infrastruktur listrik untuk mendukung sekitar 120 hektare lahan di kawasan yang masih membutuhkan peningkatan kapasitas listrik.
Panen raya di Takkalasi menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, petani, penyuluh, Kementerian Pertanian, PLN, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga produktivitas pangan di tengah tantangan perubahan musim.
Dengan produktivitas yang meningkat dari sekitar 7 ton menjadi 10,4 ton per hektare berdasarkan hasil ubinan di lokasi panen, kegiatan tersebut menjadi salah satu gambaran potensi penerapan pertanian modern dalam meningkatkan produktivitas dan mendukung penguatan sektor pangan di Sulawesi Selatan. []



