WA Channel

KABARWAJO.id – Gaung Pilkada serentak kini mulai menghangat di berbagai daerah. Termasuk di Kabupaten Wajo.

Meski saat ini tahapan Pilkada masih dalam proses penjaringan bakal calon kepala daerah di sejumlah partai politik, tren cocoklogi terlanjur ramai di media sosial.

Gambar-gambar pasangan calon (paslon) berseliweran tanpa belum terkonfirmasi kebenarannya. Entah dari mana muasalnya, atau disesuaikan dengan selera pembuatnya.

Terkait itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Wajo Sumardi Arifin menyikapinya dengan bijak. Menurut dia, hal tersebut sesuatu yang lumrah dan merupakan pendapat yang beredar di publik menjelang Pilkada Wajo.

“Ini adalah salah satu pendapat publik, dan prinsipnya saat ini masih dinamis serta semua kemungkinan bisa terjadi. PKB sangat menghargai saran, masukan serta pendapat publik ini,” ungkap Fassongkok Tanre saat dikonfirmasi, Sabtu (13/4/2024) lalu.

Meski telah menyiapkan kader internalnya, PKB sendiri saat ini sedang dalam proses penjaringan bakal calon kepala daerah secara serentak di Indonesia yang dimulai pada Sabtu, 20 April 2024.

Hal ini sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar untuk memberikan kesempatan secara terbuka kepada kader dan nonkader untuk diusung PKB pada pilkada yang dihelat 27 November 2024 mendatang.

Berbeda dengan PKB, pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Wajo tampak gerah dan terusik dengan manuver salah satu bakal calon Bupati Wajo yang mengeklaim dirinya akan diusung partai berlambang bintang mercy itu pada Pilkada Wajo mendatang.

Kepada awak media, Sekretaris Partai Demokrat Wajo Ardiansyah Rahim menuturkan partainya baru akan memulai penjaringan bakal calon kepala daerah pada 1 Mei 2024.

Ardiansyah menegaskan, Demokrat belum pernah menentukan arah dukungan untuk Pilkada Wajo 2024.

“Kami tidak benarkan kalau ada salah satu bakal calon Bupati Wajo yang mengeklaim kalau Partai Demokrat Wajo telah memberikan dukungannya terhadap salah satu kandidat,” tegas Ardiansyah, Selasa (23/4).

Dia berujar, Partai Demokrat yang memperoleh lima kursi di DPRD Wajo Periode 2024-2029 layak mengusung kader potensialnya untuk bertarung di Pilkada Wajo mendatang.

Ardiansyah menyebutkan dua kader partai yang layak diusung di Pilkada, yakni Ketua DPC Partai Demokrat Wajo Andi Senurdin Husaini dan Anggota DPRD Wajo empat periode AD Mayang.

Kedua figur itu, lanjut Ardiansyah, merupakan tokoh di Wajo serta memiliki basis pendukung yang cukup besar.

Dia mewanti-wanti bakal calon bupati tertentu untuk tidak lagi membawa-bawa nama Partai Demokrat saat bersosialisasi di masyarakat.

Ardiansyah menegaskan, DPP Partai Demokrat juga tidak akan melayani bakal calon yang langsung melakukan akselerasi ke pengurus pusat tanpa melalui tahapan penjaringan di tingkat DPC.

“Proses penjaringan calon Bupati Wajo (yang akan diusung Partai Demokrat) baru akan dilakukan,” ujar dia.

Sejauh ini, sejumlah partai politik di Wajo telah membuka penjaringan bakal calon kepala daerah dan rekomendasi kandidat yang akan diusung melalui sejumlah tahapan sebelum diputuskan oleh pengurus DPP.

Partai-partai yang telah membuka penjaringan bakal calon kepala daerah di antaranya PPP, PKS, PKB, dan Partai Demokrat.

Khusus untuk Partai Golkar, DPP sudah memberikan penugasan kepada Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Wajo Baso Rahmanuddin sebagai bakal calon tunggal yang akan diusung.

Sementara Partai Amanat Nasional (PAN), hampir pasti mengusung Ketua PAN Wajo Amran Mahmud untuk kembali bertarung di Pilkada Wajo 2024.

Amran Mahmud disebut-sebut bakal melanjutkan kebersamaan dengan wakilnya, Amran.