KABARWAJO.id – Pemerintah Kabupaten Wajo memastikan kelanjutan pembangunan Jembatan Soreanglopie yang menghubungkan Macero, Kecamatan Belawa, dengan Ujung Kessi, Kecamatan Tanasitolo.
Jalur ini menjadi jalur alternatif bagi warga yang ada di Kecamatan Belawa yang hendak menuju Kota Sengkang. Adapun ruas jalan provinsi Belawa-Anabanua yang rusak sepanjang 28 kilometer belum bisa diperbaiki sepenuhnya.
Kepala Dinas PUPRP Wajo Andi Pameneri mengatakan pekerjaan fisik pembangunan Jembatan Soreanglopie di Sungai Bila sudah berjalan. Pembangunan jembatan ini sempat tertunda di tahun 2022.
Pembangunan jembatan itu dengan pagu anggaran Rp 13,8 miliar yang bersumber dari APBD 2023 yang dimenangkan PT Sultana Anugrah. Pameneri menambahkan, pengalokasian anggaran berdasarkan rujukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel atas pekerjaan rekanan tahun 2022.
“BPKP Sulsel mempertimbangkan anggaran melalui penetapan secara parsial atau anggaran perubahan. Proses tender juga dengan memilih jenis kontrak sesuai waktu yang tersedia,” jelasnya.
Untuk spesifikasi konstruksinya tetap sama dengan perencanaan sebelumnya. Volume panjang jembatan beton 80 meter sesuai lebar bentang Sungai Bila. Sedangkan lebar jembatan 6 meter.
“Saat ini, pekerjaan fisik sudah mulai berjalan. Kita berharap semua bisa berjalan lancar sehingga jembatan ini bisa dinikmati masyarakat,” harapnya.
Camat Belawa, Andi Nawasir mengaku banyak menerima aspirasi dari masyarakat karena akses Macero-Ujung Kessi merupakan akses tercepat bagi warga Belawa.
Nawasir menyebutkan, jembatan beton ini sesegera mungkin bisa dinikmati sekaligus memudahkan akses warganya ke ibu kota kabupaten.
“Memang akses ini cukup efektif. Perjalanan ke Sengkang akan terasa singkat, cuma butuh waktu sekitar 30 menit. Dibandingkan melewati ruas provinsi dan nasional, butuh waktu lebih lama, hampir 2 jam,” tandas dia. (*/dip)




Tinggalkan Balasan