Sengkang, KABARWAJO.ID – Dalam rangka efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Wajo menekankan akan melakukan efisiensi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 dengan membatasi sejumlah kegiatan belanja.
Di antaranya, kegiatan yang bersifat seremonial, kajian, studi banding, percetakan, publikasi dan seminar/Focus Group Discussion, mengurangi seluruh belanja perjalanan dinas sebesar 50 persen, dan membatasi belanja honorarium.
Hal ini disampaikan Bupati Wajo Andi Rosman pada rapat paripurna persetujuan bersama Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) di Gedung DPRD Wajo, Jumat (15/8/2025).
“Hasil efisiensi ini digunakan untuk bidang pendidikan, bidang kesehatan, infrastruktur dan sanitasi, optimalisasi penanganan dan pengendalian inflasi, stabilitas harga makanan dan minuman, penyediaan cadangan pangan dan prioritas lainnya yang beriorientasi pada penciptaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi,” kata Bupati Andi Rosman dalam siaran pers Humas Pemkab Wajo.
Dalam kesempatan itu, Bupati Wajo menegaskan terkait Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2025 tentang Penyesuaian Rincian Alokasi Transfer ke Daerah yang menjadi salah satu catatan penting yang diprioritaskan.
“Dalam rangka efisiensi belanja pelaksanaan anggaran, perlu diketahui terdapat pengurangan dana transfer dari pusat DAK Fisik bidang jalan sebesar Rp 33,8 miliar lebih, DAK Fisik Bidang Irigasi sebesar Rp 1,9 miliar lebih, DAK Bidang Jalan Tematik sebesar Rp 23,8 miliar Lebih, DAK Fisik Bidang Irigasi Tematik sebesar Rp 1,7 miliar Lebih dan DAU SG Bidang Pekerjaan Umum sebesar Rp 18,1 miliar Lebih sehingga alokasi Pendapatan Transfer dari pusat berkurang sebesar Rp 88,8 miliar lebih,” urai Andi Rosman di hadapan Anggota DPRD Wajo.
“Melalui hasil dari evaluasi yang cermat dan analisis mendalam diharapkan anggaran dialokasikan sumber daya dengan bijak, memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan akan memberikan dampak positif yang maksimal bagi masyarakat,” sambungnya.
Andi Rosman menyatakan, yang terpenting adalah pelaksanaan program yang tepat dan efisien serta mengajak semua pihak yang terlibat untuk bekerja sama dengan sungguh-sungguh dalam menjalankan program yang telah dianggarkan.
“Saya yakin, dengan kerja keras dan komitmen kita bersama, kita akan berhasil mewujudkan cita-cita mulia ini untuk kebaikan daerah kita tercinta,” pungkasnya. []



