WA Channel

MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan kondisi antrean bahan bakar minyak (BBM) di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mulai terurai.

Kendati demikian, dia menyatakan evaluasi terhadap kebutuhan pasokan dan kuota BBM tetap dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Alhamdulillah, sudah mulai terurai. Tentu kita akan melihat evaluasi tentang bagaimana kemudian permintaan penambahan kuota Sulsel,” kata Andi Sudirman kepada wartawan di rumah jabatan Gubernur Sulsel di Makassar, Senin (14/9).

Ia mengungkapkan, salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya antrean adalah terjadinya migrasi konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi akibat adanya disparitas harga.

“Intinya ada migrasi karena disparitas harga antara subsidi dan nonsubsidi. Sehingga ada migrasi antrean yang tadinya antre nonsubsidi sekarang beralih ke subsidi sehingga terjadi peningkatan,” jelas Andi Sudirman.

Disebutkan, meski telah ada penambahan pasokan dari Pertamina, namun belum sepenuhnya mengurai antrean karena terjadi peningkatan permintaan.

“Pasokan dari Pertamina sudah cukup tinggi, yang tadinya 700 KL sekarang sudah ada yang 1.300 KL. Akan tetapi antrean tetap meningkat. Maka kami meminta Pertamina melakukan analisis pengaruh migrasi ini untuk mengetahui berapa kuota BBM yang harus ditambahkan ke Sulsel,” ujar Andi Sudirman.

Terkait fenomena antrean di sejumlah SPBU di Sulsel, pemerintah provinsi telah menyampaikan surat usulan penambahan kuota BBM sebesar 30 persen. Saat ini, Pemprov Sulsel masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

Terkait penerapan kebijakan ganjil-genap dan pembelajaran daring, Gubernur menegaskan kebijakan tersebut bersifat sementara dan diberlakukan sebagai langkah untuk mengurai antrean BBM.

“Kebijakan ini kita ambil karena terjadinya antrean yang panjang. Ini bukan kebijakan permanen. Itu tidak lain dilakukan untuk mengurai antrean supaya tetap dapat semua,” tegasnya.

Ia mengatakan, kebijakan tersebut akan dicabut secara bertahap setelah kondisi pasokan BBM kembali siap dan antrean dapat dikendalikan.

“Ini hanya sementara. Kalau Pertamina sudah siap, kita akan cabut satu per satu. Mulai dari pembelajaran daring ke langsung, termasuk ganjil-genap,” pungkas Andi Sudirman. []