WA Channel

KABARWAJO.id – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Wajo, Andi Rosman dan dr Baso Rahmanuddin (AR-Rahman), sudah menyiapkan sejumlah program unggulan jika diberi kesempatan memimpin Kabupaten Wajo periode 2025-2030.

Juru bicara paslon AR-Rahman, Andi Gusti Makkarodda mengatakan, pasangan dengan nomor urut 1 ini menyiapkan sejumlah program kerja yang realistis.

Selain berfokus pada perbaikan infrastruktur jalan dan pembangunan di bidang pertanian, berikut 8 program unggulan AR-Rahman yang dikemas melalui visi dan misi “Wajo Maradeka”.

1. Pintas Maradeka

Pintas Maradeka merupakan program untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kualitas jalan, jembatan, dan sarana transportasi yang mendukung kegiatan pada pusat-pusat kegiatan ekonomi.

Arah kebijakan pada program ini sebagai berikut:

  • Peningkatan kualitas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten;
  • Preservasi kondisi jalan sesuai dengan lebar dan daya dukung jalan;
  • Membangun aksebilitas transportasi antara kawasan dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

2. Pertanian Maradeka

Pertanian masih menjadi sektor unggulan dan penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Wajo.

Lapangan usaha pertanian sendiri terdiri dari pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan.

Arah kebijakan pada program ini sebagai berikut:

  • Meningkatkan nilai tambah sektor pertanian melalui Agro-Fishery Industry.
  • Peningktan produktivitas pertanian melalui penyediaan bibit unggul (bermutu), modernisasi alat pertanian (alsintan, alat tangkap, dan alat perkebunan) dan subsidi pupuk bagi petani.
  • Memperbaiki kelembagaan petani melalui Cooperatif Farming.
  • Peningkatan kualitas irigasi pertanian untuk intensifikasi pertanian.
Grandong jadi salah satu kendaraan AR-Rahman saat peresmian posko pemenangan sekaligus simbol kedekatan dengan petani.

3. Sehat Maradeka

Pembangunan di bidang kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat meningkatkan produktivitas masyarakat secara sosial dan ekonomi.

Arah kebijakan pada program ini sebagai berikut:

  • Penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) Kesehatan;
  • Ketersediaan (rasionalisasi) dan peningkatan kualitas tenaga kesehatan.
  • Menjamin pelayanan kesehatan dapat dijangkau oleh masyarakat yang kurang mampu.
  • Menjamin ketersediaan pendanaan BPJS bagi masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI);
  • Revitalisasi sarana dan prasarana layanan kesehatan (Peningkatan tipe Rumah Sakit dan Puskesmas;
  • Penurunan prevelensi stunting melalui pemanfaatan pangan lokal (urban farming)
  • Meningkatkan peran kader posyandu dan kader kesehatan untuk kesehatan promotif dan preventif dengan dukungan digitalisasi serta pemberian insentif bagi kader.

4. Manusia Maradeka

Salah satu upaya dalam peningkatan kapasitas daerah melalui pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas akan berdampak pada peningkatan produktivitas, daya saing, dan kemandirian daerah sehingga dapat mendukung pembangunan daerah yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Arah kebijakan pada program ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Wajo melalui pendidikan yang berkeadilan yang berfokus kepada :

a. Penataan kelembagaan pendidikan yang berkaitan dengan kualitas, melalui :

  1. Menjamin pelayanan pendidikan dapat dijangkau oleh masyarakat kurang mampu;
  2. Pemenuhan program wajib belajar 13 tahun (mulai dari PAUD hingga SMA);
  3. Memfasilitasi program kejar Paket A,B, dan C untuk memperluas akses pendidikan;
  4. Memperluas akses sekolah untuk anak berkebutuhan khusus;
  5. Menekan angka putus sekolah dengan menyediakan bantuan pedidikan bagi yang membutuhkan dan menangani faktor-faktor penyebab terjadinya putus sekolah;

b. Penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial masyarakat dalam rangka membentuk karakter masyarakat Wajo sesuai dengan nilai kearifan lokal;

c. Pemenuhan ruang inklusif bagi anak-anak, perempuan dan kelompok disabilitas.

d. Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia berbasis keahlian, melalui:

  1. Pemberian Beasiswa pada program sarjana;
  2. Peningkatan kapasitas dan kompetensi ASN (Bantuan persiapan Seleksi Bea Siswa);

e. Menjadikan masjid sebagai pusat peradaban.

5. Muda Milenial Maradeka

Para kaum muda harus diberdayakan dan menjadi penggerak utama dalam pembangunan daerah Kabupten Wajo.

Arah kebijakan pada program ini akan berfokus kepada pemberdayaan pada kaum muda milenial dan generasi setelahnya, mereka harus dibekali kompetensi yang unggul sehingga menjadi pemuda milenial yang produktif dan penggerak perekonomian di Kabupaten Wajo melalui:

  • Pemberian beasiswa bagi mahasiswa;
  • Menciptakan iklim investasi;
  • Inkubator Bisnis dan ekosistem pasar digital;
  • Dana Abadi Pengembangan Usaha dan Keterampilan (Skill Development Fund);
  • Penyerapan dan pemasaran produk UMKM dan Unggulan Desa.
The Power of AIA dan Militansi Roemah Djoeang, tak bisa dipandang sebelah mata.

6. Kota Maradeka Bermartabat

Kota sebagai ruang merupakan wadah manusia dan mahluk hidup lainnya saling berinteraksi wajib dijaga dan dikembangkan serat dilestarikan pemanfaatannya secara optimal dan berkelanjutan.

Terdapat beberapa isu ketimpangan dalam pembangunan perkotaan yakni beban kota makin berat (jumlah penduduk, pemukiman kumuh); kualitas lingkungan perkotaan yang semakin menurun (banjir, polusi udara, kerawanan sosial) serta ruang terbuka hijau yang terbatas.

Untuk mengatasi hal tersebut maka arah kebijakan dari program ini sebagai berikut:

  • Peningkatan efisiensi lahan kota untuk penyediaan fasilitas umum dalam rangka mendukung kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat (Tata Kota);
  • Pengembangan teknologi dan infrastruktur drainase yang efisien dan efektif sesuai dengan tipologi kota;
  • Fasilitas kota yang ramah anak, perempuan dan kelompok disabilitas;
  • Kota sebagai inkubator pusat kreativitas, ruang berekspresi, seni dan kebudyaan, olahraga, dengan mendorong tumbuhnya industri kreatif;
  • Mengembangkan sistem persampaan terintegrasi berbasis wilayah;
  • Mitigasi bencana untuk mengurangi dampak bencana.

7. Desa Mapan Maradeka

Desa memainkan peran strategis dalam menciptakan kemandrian daerah. Percepatan pembangunan desa dapat dicapai dengan memaksimalkan potensi desa dengan melibatkan peran masyarakat.

Arah kebijakan pada program berfokus pada peningkatan 3 aspek pembangunan pada desa, yaitu:

a. Ketahanan Sosial melalui Bantuan keuangan khusus bagi pemerintah desa dan Mendorong pelestarian adat, seni, dan budaya masyarakat desa;

b. Ketahanan ekonomi melalui 1 Desa 1 Produk Unggulan (Pemetaan desa melalui Sistem Informasi Desa (SID)

c. Peningkatan ketahanan lingkungan melalui :

  1. penyediaan infrastuktur dasar yang memadai mencakup fasilitas kesehatan. air bersih, pengelolaan sampah, dan jaringan transportasi;
  2. Mitigasi risiko bencana untuk mengurangi dampak dari bencana.

8. Layanan Maradeka

Pelayanan publik merupakan salah satu indikator kinerja pemerintah yang paling kasat mata, karena dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pada era disrupsi saat ini maka diperlukan pelayanan publik yang dapat memenuhi bahkan melebihi harapan dari masyarakat.

Pelayanan publik perlu mengubah menjawab berbagai permasalahan yang terkesan berbeli-belit, kaku, lambat, dan sarat dengan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Untuk menghadapi permasahan tersebut maka diperlukan perubahan yang fundamental atas pelayanan publik yang sudah ada saat ini di Kabupaten Wajo.

Arah kebijakan pada program ini akan berfokus untuk memberikan pelayanan publik yang mudah, cepat, terjangkau, dan tepat dengan menghadirkan pelayanan publik yang terpadu berbasis digital.

Paslon AR-Rahman “Harapan Baru” Wajo.