WA Channel

KABARWAJO.id – Pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di berbagai daerah serentak membuka penjaringan bakal calon kepala daerah yang akan diusung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November 2024 mendatang.

Pendaftaran bakal calon kepala daerah itu dilakukan secara online dan offline sejak Sabtu, 20 April 2024. Pendaftaran ini serentak di seluruh desk pilkada PKB di semua tingkatan di 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Pilkada 2024 ini, positioning PKB semakin strategis dan diperhitungkan seiring dengan hasil pileg 2024 yang menempatkan perolehan suara dan kursi PKB yang naik secara signifikan di sejumlah daerah,” ungkap Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar di Jakarta, Sabtu (20/4).

Cak Imin menuturkan, PKB tetap terbuka dengan kekuatan politik lain untuk bersama-sama berkoalisi membangun daerah.

“Khususnya kepada semua figur, termasuk figur-figur muda yang fresh dan visioner untuk menginovasi pembangunan daerah serta gagasan-gagasan perubahan untuk mengakselerasi pembangunan di daerah,” kata pasangan Anies Rasyid Baswedan pada Pilpres 2024 lalu.

Sementara Ketua Desk Pilkada PKB Sulawesi Selatan, Zulfikar Limolang menyatakan, secara teknis pendaftaran cakada dapat dilakukan dengan cara off line dengan mendaftar langsung ke kantor DPW dan DPC PKB di Sulawesi Selatan, atau secara online melalui Sistem Calon Kepala Daerah (SICAKADA) PKB melalui link web http://sicakada.pkb.id/.

Beberapa berkas yang penting di antaranya terkait berkas pakta integritas bakal cakada di antaranya terkait korupsi, komitmen atas perjuangan partai PKB, kesiapan bekerja penuh waktu jika terpilih, kesungguhan bekerja memenangkan pilkada, kesiapan menaati aturan kampanye sesuai perundangan pemilu, dan kesiapan melaksanakan segala ketentuan yang ditetapkan oleh DPP PKB, termasuk menjadikan kegiatan “Slepet Cak Imin” sebagai salah satu role model kampanye dialogis.

“Keputusan penentuan bakal calon kepala daerah akan menjadi keputusan final di DPP PKB, namun hal tersebut tentu berdasarkan beberapa penilaian pada proses tahapan yang berjalan di semua tingkatan, di antaranya uji kelayakan dan kepatutan serta uji publik,” jelas Zulfikar.

Dia menyebutkan, serangkaian ujian itu dimaksudkan untuk mendapatkan cakada-cakada yang berkualitas, beritegritas, dan memiliki keberpihakan terhadap kemajuan masyarakat di daerah.

Beberapa kriteria dan indikator secara terbuka disampaikan oleh PKB terkait penilaian, di antaranya adalah visi-misi bakal cakada, komitmen dan track record-nya, serta kapasitas dan kemampuannya.

“Termasuk juga jika kader partai, namun jika tak memenuhi kriteria maka akan jadi pertimbangan sama dengan yang lain karena PKB mengutamakan kualitas,” ujar Zulfikar.

PKB dalam hal ini berkomitmen tidak hanya siap mendampingi sampai pada tahap kemenangan, namun siap mendampingi nantinya terkait program-program yang harus diimplementasikan dalam visi misinya ke depan dalam merebut hati rakyat untuk memilih.