WA Channel

Sengkang, KABARWAJO.ID – Lembaga Mahasiswa dan Pemuda Wajo (LMDPW) menyoroti maraknya dugaan praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM jenis solar subsidi di wilayah daerah ini. LMDPW menilai hal tersebut belum mendapatkan penanganan serius dari aparat penegak hukum.

Ketua Umum LMDPW, Andi Anto, mengatakan, aktivitas pengangkutan dan pengisian solar bersubsidi menggunakan barcode kelompok tani diduga masih bebas beroperasi di sejumlah titik tanpa adanya tindakan tegas dari pihak berwenang.

Dia menuturkan, kondisi tersebut merugikan masyarakat kecil, nelayan, petani, dan pelaku usaha yang benar-benar membutuhkan solar subsidi.

“Kami menilai ada pembiaran terhadap dugaan praktik penimbunan solar subsidi di Kabupaten Wajo. Jika tidak ada langkah konkret dari aparat penegak hukum, khususnya Polres, maka kami akan turun melakukan aksi demonstrasi,” kata Andi Anto dalam siaran persnya, Jumat (29/5).

LMDPW juga meminta pemerintah dan pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi serta revisi terhadap sistem penggunaan barcode BBM subsidi, khususnya barcode kelompok tani yang dinilai rawan disalahgunakan oleh oknum tertentu demi kepentingan pribadi maupun bisnis ilegal.

Menurut Andi Anto, pengawasan distribusi BBM subsidi harus diperketat agar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh mafia BBM yang merugikan negara serta masyarakat.

Adapun tuntutan yang disampaikan LMDPW, yakni:

  1. Mendesak aparat penegak hukum untuk segera menindak dugaan penimbunan solar subsidi di Kabupaten Wajo.
  2. Meminta dilakukan investigasi terhadap dugaan penyalahgunaan barcode kelompok tani.
  3. Mendesak pemerintah dan Pertamina melakukan revisi aturan serta pengawasan ketat terhadap sistem barcode BBM subsidi.
  4. Menjamin distribusi BBM subsidi tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Andi Anto menyatakan, LMDPW akan terus mengawal persoalan ini hingga ada tindakan nyata dari pihak terkait demi terciptanya keadilan dan transparansi dalam penyaluran BBM subsidi di Kabupaten Wajo. []