WA Channel

Pammana, KABARWAJO.id – Calon Bupati Wajo Andi Rosman meninjau pompanisasi di Desa Lampulung, Kecamatan Pammana, Jumat (11/10).

Menurut Andi Rosman, terdapat beberapa masalah sehingga pengoperasian pompa tersebut tidak mampu difungsikan.

Salah satunya, tingginya biaya operasional. Ia menyebutkan, untuk mengoperasikan mesin pompa yang ada di Desa Lampulung dibutuhkan biaya Rp 4,5 juta per 24 jamnya.

“Mesin pompa yang ada di Desa Lampulung tidak dioperasikan sepanjang waktu karena biaya operasionalnya cukup tinggi karena mesinnya menggunakan BBM jenis solar,” ungkap Andi Rosman.

“Salah satu solusi agar mesin pompa itu bisa berfungsi, yakni dengan cara mengganti motor penggeraknya menggunakan sistem motor listrik PLN,” sambungnya.

Andi Rosman menambahkan, dengan menggunakan motor penggerak listrik, maka biaya operasional yang dibutuhkan untuk mengaktifkan mesin pompa di Desa Lampulung itu dapat ditekan.

“Kami sudah menghitung, kalau diganti, biaya operasionalnya hanya Rp 135 juta per satu musim panen,” ujarnya.

“Dengan anggaran tersebut, maka kita bisa memompa air dari Sungai Walennae ke Sungai Zainal Basri Palaguna, yang akan memastikan petani Desa Tua dapat bertani sepanjang musim. Dan hasilnya bisa mencapai puluhan miliar rupiah,” lanjut Andi Rosman.

Diketahui, rehabilitasi irigasi Cenrana diresmikan langsung oleh mantan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Proyek itu dikerjakan dengan anggaran mencapai Rp 20,5 miliar.

Adapun sumber dana berasal dari IPDMIP atau Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program.

Irigasi Cenrana diproyeksikan mampu mengairi lebih dari 2.000 hektare sawah yang terdiri dari enam desa di Kecamatan Pammana dan tiga desa di Kecamatan Majauleng.

Irigasi tersebut memang bukan cuma berfungsi sebagai infrastruktur penunjang pertanian, tapi juga sebagai pengendali banjir mengingat Wajo merupakan wilayah yang rawan banjir.