WA Channel

JAKARTA – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof Zudan Arif Fakrulloh mengeluarkan program “Mendekatkan ASN ke Keluarga dan Domisili”. Program tersebut diterapkan secara bertahap melalui uji coba terhadap ASN di lingkup BKN.

Menurut Prof Zudan, program itu bertujuan membantu ASN kembali berkumpul dengan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang berkinerja lebih produktif, efektif, dan berorientasi pada kebahagiaan dan kesejahteraan pegawai.

Mantan Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat ini meyakini, pegawai yang memiliki keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan akan mampu memberikan kinerja yang lebih optimal.

“Dengan bekerja lebih dekat dengan keluarga, ASN bisa meningkatkan motivasi bekerja serta memiliki ruang yang lebih baik dalam menjalankan peran sebagai orang tua maupun anggota keluarga,” ungkap Zudan melalui pesan tertulis, Rabu (29/7).

Menurutnya, dengan adanya program mendekatkan ASN ke keluarga atau domisili, pegawai juga dapat menata kondisi ekonominya dengan lebih baik karena tidak lagi terbebani biaya transportasi maupun akomodasi akibat tinggal berjauhan dengan keluarga.

Di samping itu, program ini juga menjadi upaya BKN untuk membantu ASN melakukan efisiensi pengeluaran rumah tangga. Selama ini, tidak sedikit ASN yang harus hidup terpisah dari keluarga karena penempatan kerja sehingga harus menanggung biaya perjalanan, tempat tinggal, maupun kebutuhan rumah tangga di dua lokasi berbeda.

“Dengan penempatan yang lebih dekat dengan domisili, beban tersebut diharapkan dapat berkurang secara signifikan,” ujarnya.

Zudan menambahkan, program ini dalam tahap uji coba dan diterapkan di lingkungan internal BKN. Ia menuturkan, BKN akan melakukan evaluasi dampaknya terhadap produktivitas pegawai, efektivitas organisasi, serta kualitas layanan kepada masyarakat.

“Saya mengajak kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota untuk mengembangkan kebijakan ini dengan penempatan ASN yang mampu menyeimbangkan kebutuhan organisasi, peningkatan kinerja, dan kesejahteraan pegawai,” ucap Zudan. []