Sengkang, KABARWAJO.ID – Banjir akibat meluapnya air Sungai Walennae dan Danau Tempe merendam ribuan rumah warga di wilayah Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, sejak Minggu (22/12).
Data sementara yang dihimpun Pemerintah Kecamatan Tempe, terdata sebanyak 2.377 rumah warga terdampak banjir di sembilan kelurahan.
Yakni di Kelurahan Laelo, Salomenraleng, Mattirotappareng, Tempe, Watallipue, Wiringpalennae, Siengkang, Padduppa, dan Kelurahan Maddukelleng.
“Ketinggian air bervariasi, di Kelurahan Salomenraleng ketinggian air sudah mencapai 1,2 meter. Dua kelurahan, Sitampae dan Teddaopu, untuk sementara belum terdata. Namun diimbau kepada warga untuk mewaspadai banjir kiriman mengingat cuaca yang belum menentu,” ungkap Camat Tempe, Supardi Amar, saat dikonfirmasi, Minggu malam.
Dia menambahkan, selain merendam rumah-rumah warga, banjir juga berdampak pada kantor pemerintah, tempat ibadah, sarana pendidikan, sarana kesehatan, lahan persawahan, hingga perkebunan.
“Terdata ada tiga kantor pemerintahan terdampak banjir, yakni di Kelurahan Laelo, Salomenraleng, dan Wiringpalennae. Sedangkan sembilan tempat ibadah terdampak banjir, sembilan sarana pendidikan, tiga sarana kesehatan, 600 hektare lahan persawahan, dan 18 hektare kebun,” urai Supardi.
Kendati demikian, dia menuturkan belum ada warga yang dievakuasi ke lokasi pengungsian.
“Warga yang terdampak banjir umumnya mengungsi ke rumah keluarga yang dianggap aman dari banjir. Kebutuhan saat ini termasuk bambu untuk menahan eceng gondok sekaligus sebagai titian,” pungkas Supardi. []




Tinggalkan Balasan