Para pekerja terus fokus dalam percepatan penyelesaian preservasi ruas ImpaImpa-Anabanua. Foto: Dok. Pemprov Sulsel/HO
KABARWAJO.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan melalui Program Multi-Year Project (MYP) 2025–2027.
Salah satu yang tengah berjalan yakni Pekerjaan Preservasi Jalan Paket IV yang dilaksanakan melalui skema Multi Years Contract (MYC).
Paket IV memiliki nilai kontrak sekitar Rp615,6 miliar dengan total panjang penanganan mencapai 286,80 kilometer. 15 ruas jalan yang ditangani tersebar di sejumlah wilayah, meliputi Kabupaten Barru, Soppeng, Wajo, dan Bone, yang seluruhnya merupakan jalan provinsi strategis.
Salah satu ruas yang saat ini dalam tahap pengerjaan adalah jalur Impa-Impa–Anabanua sepanjang 16,9 kilometer di Kabupaten Wajo. Ruas ini dikenal sebagai urat nadi jalan poros provinsi yang menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah.
HSE (Health, Safety, and Environment) Officer PT Nindya Karya (Persero), Hadyan Rashidi, menjelaskan terkait penanganan ruas Impa-Impa–Anabanua dilakukan secara komprehensif. Salah satunya pada ruas penanganan pertama pada segmen dua, tepatnya di sekitar Masjid Imaduddin Tancung, Kecamatan Tanasitolo.
“Di sini sedang dilakukan pekerjaan LPA (Lapisan Pondasi Atas) Aggregat kelas A,” ujar Hadyan di lokasi pengerjaan, Sabtu (11/1/2026).
Hadyan menyebutkan, penanganan ruas ImpaImpa–Anabanua mencakup rekonstruksi jalan, pemeliharaan rutin kondisi, serta rehabilitasi minor dan mayor, termasuk pekerjaan pengaspalan atau hotmix.
“Pemeliharaan rutin juga sudah dilaksanakan di ruas ini,” jelasnya.
Hadyan menambahkan, tahapan pekerjaan diawali dengan identifikasi kondisi eksisting untuk menentukan jenis penanganan yang tepat. Untuk pekerjaan minor, dilakukan terlebih dahulu penanganan jalur pemandu tertentu (JPT) seperti pembangunan talud dan pembatas jalan.
Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan ke Lapisan Pondasi Atas (LPA) Aggregat kelas A , kemudian masuk ke pekerjaan mayor hingga tahap akhir berupa pengaspalan (hotmix).
“Namun, semua penanganan tetap menyesuaikan sesuai kondisi setiap area segmen di lapangan,” ujar dia.
Target Rampung Sebelum Lebaran Idulfitri
Untuk penyelesaian pekerjaan pada ruas ImpaImpa–Anabanua, pihak pelaksana menargetkan rampung dan berupaya percepatan paling lambat pertengahan Maret 2026 atau sebelum lebaran. Kemudian direncanakan akan berpindah ruas penanganan selanjutnya pada ruas Ulugalung dan Salonro.
Terkait aspek keselamatan, Hadyan memastikan bahwa manajemen lalu lintas menjadi perhatian utama selama pekerjaan berlangsung. Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) telah disiagakan di setiap titik pekerjaan.
“Setiap titik ada flagman, pengaturan lalu lintas, dan pengawasan. Selain dari kami, ada juga pengawas dari konsultan yang memastikan ketertiban di lapangan,” ujarnya.
Selama pekerjaan, sistem buka tutup jalur diterapkan guna menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan. (*/nas)
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…
Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…
Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…
Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…