WA Channel

Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Andi Yuliani Paris angkat bicara terkait maraknya peredaran uang palsu di masyarakat imbas terungkapnya sindikat pembuatan uang palsu di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin beberapa waktu lalu.

Politisi yang akrab dengan sapaan AYP itu menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat serta aparat penegak hukum terkait perbedaan uang asli dengan uang palsu.

Dia menambahkan, Bank Indonesia (BI) telah melakukan pengecekan aktif secara berkala terhadap uang yang beredar, dan persentase uang palsu yang ditemukan masih tergolong kecil.

“Sepanjang yang kita ketahui, Bank Indonesia selalu melakukan pengecekan aktif terkait peredaran uang di masyarakat. Dari sekian triliun uang yang telah dicetak oleh Peruri dan diedarkan oleh BI, jumlah uang palsu yang beredar sangat kecil,” kata Andi Yuliani Paris, dilansir Parlementaria, Kamis (30/1).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menuturkan, perlunya kesadaran masyarakat untuk membedakan antara uang asli dan uang palsu.

“Saya mengimbau masyarakat agar bisa mengenali perbedaan uang asli dan palsu. Bank Indonesia juga perlu lebih aktif melakukan edukasi dan sosialisasi tentang cara meraba, menerawang, serta melihat secara detail perbedaan antara uang asli dan palsu,” tambahnya.

Andi Yuliani Paris juga menyoroti peran aparat penegak hukum dalam mengawasi peredaran uang palsu.

Menurutnya, penegak hukum juga perlu mendapatkan edukasi dari Bank Indonesia agar lebih memahami perbedaan uang asli dan palsu, terutama dalam menindaklanjuti kasus-kasus pemalsuan uang.

Sebagai langkah pencegahan, Andi Yuliani Paris berharap Bank Indonesia dapat meningkatkan edukasi kepada masyarakat dan aparat penegak hukum secara lebih masif.

Dengan demikian, masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam bertransaksi dan peredaran uang palsu dapat diminimalisir.