WA Channel

Sengkang, KABARWAJO.id – Pernyataan mantan Bupati Wajo periode 2019 – 2024, Amran Mahmud, terkait pihak yang paling berkontribusi terhadap pembangunan Pasar Tempe usai terbakar pada 2019 lalu menuai polemik.

Melalui Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PPP Kabupaten Wajo, Yunus Mappaluppe, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Supriadi Arif, meminta kesediaan Amran Mahmud untuk berdiskusi secara terbuka terkait persoalan pembangunan Pasar Tempe.

Hal itu untuk menghindari polemik tersebut meluas dan perlu diluruskan di depan publik.

“Masalah terkait siapa yang punya andil besar dalam menghadirkan pasar modern Tempe, bisa terbuka seandainya pak Amran Mahmud siap menerima tantangan pak Supriadi Arif untuk melakukan diskusi di depan masyarakat,” kata Yunus Mappaluppe, Kamis (7/11).

Dia juga menyayangkan terkait pernyataan juru bicara pasangan Pammase, Baso Makkasau.

“Baso Makkasau katanya tidak mau merespons cibiran dan kritikan yang tidak berkelas. Ini kan bukan kritikan, tapi tantangan untuk berdiskusi dan membuka kenyataan yang sebenarnya,” lanjut Yunus.

“Biar masyarakat Wajo tahu secara terang-benderang, siapa yang punya andil. Jangan sampai hanya klaim sepihak,” imbuhnya.

Yunus berharap Amran Mahmud bersedia menerima tantangan diskusi terbuka dengan Wakil Ketua DPRD Sulsel itu.

“Saya yakin kalau pak Amran Mahmud merasa punya andil besar, maka dia akan menerima tantangan untuk membuktikan perkataannya benar atau tidak,” ujar Yunus.

Sebelumnya, dalam kampanye dialogis di Desa Tosora, Kecamatan Majauleng, pada Selasa (5/11), Amran Mahmud menyatakan pembangunan Pasar Tempe merupakan hasil kerja kerasnya selama menjabat sebagai Bupati Wajo.

“Pasar Tempe yang kini sedang dinikmati masyarakat adalah hasil perjuangan saya saat menjadi bupati. Semua proses perencanaan dan penganggarannya sudah lama kami rancang dan perjuangkan untuk kepentingan masyarakat Wajo. Tidak ada hubungan dengan inisial atau pihak lain yang berusaha mengklaim,” kata Amran Mahmud seperti dilansir Tim Media Pammase.

“Kami berharap masyarakat memahami fakta ini dan tidak mudah terpengaruh oleh klaim pihak lain,” sambung dia.