Categories: Opini & Cerita

Tanah Wajo dan Potensinya: Lahan Pertanaman Padi Sawah (Bagian Kedua)

Catatan: Andi Gusti Makkarodda
(Pemerhati Kebijakan Publik)

Luas lahan pertanaman padi sawah : 99.720 Hektar, rata-rata produksi gabah : 70 ton per hektar, Harga Gabah Kering Giling : 4.448.000 rupiah per ton

Dengan luasan tersebut, jika curah hujan berpihak pada petani, maka nilai produksi gabah petani kabupaten Wajo dalam setahun = 6,2 Trilliun atau empat kali lebih besar dari pada APBD Kabupaten Wajo.

Kendala utama yang dihadapi petani ialah minimnya infrastruktur pengairan. Lahan pertanaman padi yang teraliri irigasi teknis hanya seluas 38.112 Hektar.

Jika dikelompokkan berdasarkan jenis pengelolaan pengairan, maka pemerintah hanya mampu menyiapkan jaringan irigasi bendungan seluas : 17.062 Hektar, yang terdiri dari;
— Jaringan Bendung Kalola : 3.230 Hektar
— Jaringan Bendung Awo : 5.342 Hektar
— Rencana Jaringan Bendung Paselloreng : 8.510 Hektar

Lahan yang menggunakan jaringan pengairan pompanisasi yang dikelola oleh masyarakat, seluas : 21.030 Hektar.

Sementara lahan tadah hujan : 61.608 Hektar atau 61,79 % lahan pertanaman akan tetap terancam gagal panen jika tidak ada inisiatif, dan keberpihakan program dari pemerintah. Potensi 61,79 % produksi tersebut setara setara dengan 2,8 Trilliun per tahun.

Beranikah pemda mendirikan BUMD yang bergerak dalam bidang pertanian, yang salah satu fokusnya adalah pompanisasi dan irigasi perpipaan?

Jika mengikuti praktik jasa pompanisasi yang dikelola oleh masyarakat maka 10% hingga 20% dari produksi petani yang memanfaatkan air pompanisasi adalah omzet BUMD setiap tahun maka BUMD bidang pengairan jika mengalirkan air untuk 61.608 Hektar adalah 280 Milyar – 560 Milyar setahun, yang nilainya berpotensi dua kalau lebih besar jika dibandingkan dengan satu tahun anggaran Pendapatan Asli Daerah Pemda Wajo.

Dengan berbagai potensi sumber daya alam tanah Wajo, pemerintah daerah sangat berpeluang menawarkan kerjasama investasi untuk membangun pompanisasi. Gas alam adalah modal yang sangat cukup untuk dijadikan sumber energi untuk menggerakkan pompa dan mengalirkan air dari danau Tempe.

* Ditulis sebagai bahan diskusi pada forum diskusi Hipermawa

Sapriadi PW

Sapriadi, yang lebih akrab dikenal dengan nama pena Adi Pallawalino, adalah seorang jurnalis, penulis, dan traveler. Ia adalah pendiri media online KABARWAJO.ID dan Sulbarkini.com, berkiprah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar).

Share
Published by
Sapriadi PW

Recent Posts

Jelang Porprov Sulsel 2026, Kepala BKAD Sulsel Tinjau Kesiapan Venue di Bone

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…

6 jam ago

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu Jabat Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemendagri

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.

3 hari ago

Badan Komunikasi Diminta Sampaikan Masukan dan Kritikan Masyarakat ke Presiden

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…

4 hari ago

Pergantian Kepala Badan Komunikasi RI, DIR Ungkap Hasil Analisis di Media Mainstream dan Media Sosial

Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…

4 hari ago

“Gaspol” Usai Dilantik: Kapolri Suyudi Rombak Total Kapolda di Jawa, Ganti Empat Kapolda di Sulawesi

Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…

4 hari ago

Wagub Dorong Perbankan Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat, Literasi Keuangan Sulsel di Angka 61 Persen

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…

5 hari ago