WA Channel

Sengkang, KABARWAJO.id – Tim pemenangan Andi Rosman dan dr Baso Rahmanuddin (AR-Rahman) bakal menyiapkan laporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta pihak kepolisian terkait penyebaran informasi palsu atau hoaks yang mengatasnamakan diri sebagai DBR dan tim AR-Rahman.

Koordinator Divisi Media dan juru bicara pasangan AR-Rahman, Andi Gusti Makkarodda, mengatakan, tim hukum pasangan nomor urut 1 ini tengah menyiapkan laporan untuk diajukan ke pihak terkait.

“Semoga pihak kepolisian nantinya segera menangkap pihak-pihak yang membuat dan menyesatkan masyarakat dengan informasi dan data-data palsu,” kata AGM kepada wartawan, Sabtu (16/11).

Ia menilai, oknum yang menyebarkan informasi bohong atau hoaks ke masyarakat sebagai bentuk kepanikan dalam melihat hasil survei real yang ada saat ini, yang mana pasangan AR-Rahman masih unggul jauh dari paslon lain.

“Menebar informasi bohong atau hoaks adalah pidana sekaligus bentuk kepanikan. Orang yang menyebarkan informasi bohong biasanya mempunyai tujuan untuk membolak-balikkan fakta,” sebut Andi Gusti.

Pesan berantai di grup WhatsApp yang tidak jelas kebenarannya. Foto: Istimewa

Ia menambahkan, pasangan AR-Rahman justru sudah unggul sejak deklarasi pasangan calon di Makassar hingga saat ini berdasarkan hasil survei yang dilaksanakan lembaga survei nasional, baik oleh PRC, SMRC, atau pun SRC.

“Hasil survei terakhir di awal bulan November, AR-Rahman leading atau menang di atas 19%,” ungkapnya.

Sementara itu, calon Wakil Bupati Wajo dr Baso Rahmanuddin (DBR) menampik terkait pesan berantai di grup-grup WhatsApp. Pesan tersebut menyebutkan pasangan AR-Rahman tertinggal 13,6 persen dalam hasil survei.

“Saat ini AR-Rahman fokus dalam kegiatan kampanye. Saya tidak pernah menulis pesan WhatsApp tentang hasil survei, saya dapat memastikan apa yang beredar di pesan WhatsApp adalah fitnah dan hoaks,” ujar DBR. []