WA Channel

Sengkang, KABARWAJO.ID – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Danau Tempe atau lebih dikenal sebagai PDAM Wajo ternyata mengalami kerugian sebesar Rp1,4 miliar pada tahun 2025.

Hal ini diungkapkan Direktur PDAM Wajo, Andi Gusti Makkarodda, yang baru 1,5 bulan menakhodai perusahaan daerah penyedia air bersih ke masyarakat itu.

“PDAM Wajo merugi sebesar Rp1,4 miliar di tahun 2025. Adapun piutang atau tunggakan pelanggan sebesar Rp1,8 miliar,” ungkap AGM melalui wawancara dengan KABARWAJO.ID di kantornya, Senin (16/2) malam.

Ia menuturkan, kerugian tersebut dipengaruhi tingginya Non Revenue Water (NRW) atau air bersih yang sudah diproduksi PDAM, tapi tidak sampai ke pelanggan. Menurut Andi Gusti, persentase NRW dipengaruhi banyaknya kebocoran pada pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU), Jaringan Distribusi Sekunder (JDS), serta pada Sambungan Rumah (SR).

“Persentase NRW ini juga dipengaruhi banyaknya meteran yang rusak. Di samping itu, kerugian PDAM juga dipicu karena rendahnya harga air serta tingginya biaya produksi, seperti listrik dan bahan kimia penjernih air,” terang AGM.

Mengatasi permasalahan tingginya persentase NRW itu, dia menyatakan dirinya sudah berkeliling untuk melihat potensi terjadinya kebocoran serta melakukan pemetaan distribusi air yang terhambat.

“Solusi mengatasi tingginya persentase NRW untuk saat ini, dengan melakukan pengaturan penggunaan peralatan untuk menurunkan biaya listrik, menangani kebocoran pipa jaringan distribusi utama, jaringan sekunder, hingga meteran di rumah pelanggan,” ujar AGM.

Adapun program jangka panjang, dia menargetkan penggantian pipa Jaringan Distribusi Utama dengan menggunakan pipa jenis HDPE.

“PDAM tidak bisa untung kalau bukan pipa HDPE. Semakin tua pipa, maka semakin tinggi potensi NRW,” pungkas Andi Gusti Makkarodda. []