WA Channel

Sengkang, KABARWAJO.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Pemilu menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wajo, Selasa (2/1/2024).

Aksi itu sebagai bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap proses seleksi Komisioner KPU Wajo yang dianggap janggal.

Mereka menilai adanya warga luar Kabupaten Wajo dan tidak berdomisili secara faktual di daerah ini yang kemudian diakomodir menjadi anggota KPU Wajo Periode 2023-2028.

Dalam aksinya ini, massa Aliansi Mahasiswa Peduli Pemilu menyerukan lima tuntutan utama demi menjaga transparansi dan integritas dalam penyelenggaraan pemilu.

“Kami turun di sini tentunya dengan aksi damai berharap tuntutan kami didengarkan,” kata Koordinator Lapangan, Muhammad Adam Surya dalam orasinya.

Adapun lima tuntutan mahasiswa, yakni penolakan keras terhadap impor komisioner KPU, dengan mencurigai adanya kejanggalan dalam proses tersebut. Tuntutan ini mencerminkan keinginan mereka untuk menjaga independensi dan integritas lembaga pemilihan umum.

Di samping itu, Aliansi Mahasiswa Peduli Pemilu juga menuntut Bawaslu untuk lebih transparan dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu. Mahasiswa ingin memastikan proses pemilu berjalan dengan adil dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran.

Tuntutan lainnya ditujukan kepada tim seleksi KPU yang diminta untuk membuka dan menyampaikan hasil-hasil proses seleksi komisioner KPU Kabupaten Wajo.

Hal ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan membangun kepercayaan terkait kualitas dan kredibilitas para komisioner yang terpilih.

Selanjutnya, mahasiswa mengajukan seruan kepada KPU RI untuk meninjau kembali penetapan anggota komisioner KPU Kabupaten Wajo yang diduga cacat prosedural.

Mahasiswa berharap KPU RI dapat melakukan evaluasi yang mendalam dan objektif terhadap dugaan pelanggaran prosedur tersebut.

Terakhir, Aliansi Mahasiswa Peduli Pemilu menekankan perlunya KPU Kabupaten Wajo menyelenggarakan pesta demokrasi yang adil dan jujur. Mahasiswa ingin memastikan bahwa setiap tahapan pemilu dijalankan sesuai aturan dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua peserta.

“Kami berharap transparansi KPU di Kabupaten Wajo dan Bawaslu agar pemilu atau pesta demokrasi berjalan dengan lancar, damai, dan bebas dari segala pelanggaran,” seru Adam.

Meski diwarnai aksi membakar ban, unjuk rasa mahasiswa ini berjalan damai dengan pengawalan personel Polres Wajo.