Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan ruas jalan provinsi sepanjang 2,8 kilometer di Kabupaten Wajo pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pokok 2025.
Hal ini terungkap melalui rapat Komisi D DPRD Sulawesi Selatan dengan mitra OPD Pemprov di Gedung DPRD Sulsel, Rabu (11/12).
Dalam rapat ini, Kepala Bidang Teknik dan Perencanaan Dinas Bina Marga Sulsel, Nihaya, menyebut adanya keterbatasan anggaran yang dikelola Dinas Bina Marga Sulsel pada APBD Pokok 2025.
Dengan adanya rasionalisasi anggaran itu, anggaran yang dikelola Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Selatan untuk APBD Pokok 2025 dari Rp 668 miliar menjadi hanya Rp 177 miliar.
“Dengan anggaran yang sangat minim, kami hanya dapat melakukan perbaikan pada ruas jalan dengan skala prioritas, khususnya yang mengalami kerusakan parah,” kata Nihaya.
Dia menuturkan, rasionalisasi anggaran itu merupakan bagian dari kebijakan Penjabat Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh demi mengedepankan konsep APBD Sehat.
Kendati demikian, Nihaya berharap adanya tambahan anggaran untuk memperbaiki lebih banyak ruas jalan yang rusak di masa-masa mendatang.
“Kami fokus pada skala prioritas yang paling mendesak. Namun, kami tetap berharap adanya tambahan anggaran untuk memperbaiki lebih banyak ruas jalan di masa mendatang,” imbuh dia.
Total 40 Kilometer Jalan Provinsi yang Rusak di Wajo
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Sulsel Sultan Tajang mengungkapkan keprihatinannya atas perhatian Pemprov Sulsel terhadap perbaikan ruas jalan di Kabupaten Wajo.
Sultan menilai, Wajo merupakan salah satu daerah penyangga pangan di Sulsel sekaligus menjadi daerah perlintasan antarkabupaten dan kota.
Dia megungkapkan total 40 kilometer jalan provinsi yang mengalami kerusakan berat dan sedang di Kabupaten Wajo.
“Kondisi jalan provinsi di Wajo sangat memprihatinkan, sebagian ruas jalan bahkan belum pernah tersentuh pengaspalan selama puluhan tahun,” ucap Anggota DPRD Sulsel daerah pemilihan Kabupaten Wajo dan Soppeng ini.
Sultan mendesak Dinas Bina Marga Sulsel memberikan perhatian serius dan melakukan langkah antisipatif, setidaknya penanganan sementara.
“Banyak korban dan kerugian akibat jalan rusak di Wajo. Sebagai daerah penyangga pangan, perhatian terhadap infrastruktur harus lebih optimal. Minimal, ada penanganan sementara untuk mengurangi dampak buruk,” ujarnya. (tim)




Tinggalkan Balasan