WA Channel

Makassar, KABARWAJO.ID – Proyek pembangunan gedung Sekolah Rakyat memasuki fase kontrak pada pertengahan November 2025. Pembangunan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) ini menggunakan skema multiyears contract untuk tahun anggaran 2025 – 2026.

Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Sulsel Kementerian PUPR, Iwan, mengatakan total sembilan gedung Sekolah Rakyat permanen akan dibangun di Sulawesi Selatan. Total anggaran sebesar Rp 2,172 triliun, dengan rincian Rp1,2 triliun untuk paket satu dan Rp 972 miliar untuk paket dua.

“Pembangunan ini dibagi menjadi dua paket dan akan dikerjakan secara serentak. Paket satu mencakup Sidrap, Wajo, Soppeng, Toraja, dan Barru, sementara paket dua meliputi Makassar, Takalar, Sinjai, dan Bone,” ungkap Iwan kepada wartawan di Makassar usai rapat koordinasi persiapan konstruksi di Hotel Gammara, Makassar, Selasa (11/11/2025).

Iwan menambahkan, gedung Sekolah Rakyat yang akan dibangun permanen menggantikan sekolah rintisan yang sudah ada. Dia menyebutkan, rata-rata biaya per unit sekolah berkisar antara Rp220 miliar hingga Rp250 miliar, tergantung luas lahan yang bervariasi antara 5 hingga 10 hektar di setiap lokasi.

“Ditargetkan proyek ini rampung paling lambat akhir Juni 2026. Target ini sesuai dengan instruksi Presiden agar seluruh fasilitas Sekolah Rakyat di Sulsel sudah dapat beroperasi penuh pada pertengahan tahun depan,” ujar Iwan.

Rapat koordinasi dalam rangka Persiapan Konstruksi Sekolah Rakyat Tahun 2025 dan koordinasi terkait Usulan Sekolah Rakyat Tahun 2026 ini juga dihadiri Wakil Bupati Wajo dr Baso Rahmanuddin didampingi Plt Kepala Dinas Sosial P2KBP3A Jahran, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andi Cakunu, dan Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Wajo.