Penyaluran pinjaman ke anggota Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Maddukelleng.
KABARWAJO.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penguatan Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Kelurahan Merah Putih, dan Koperasi Nelayan Merah Putih sebagai infrastruktur strategis negara sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Hal itu disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/7).
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Prabowo menetapkan Koperasi Merah Putih sebagai pusat penyaluran berbagai program pemerintah. Ke depan, distribusi barang bersubsidi maupun bantuan pemerintah akan dilakukan melalui koperasi agar lebih terintegrasi, efisien, dan tepat sasaran.
“Infrastruktur pemerintah yaitu seluruh barang-barang subsidi, barang-barang bantuan pemerintah semua nanti penyalurannya melalui Koperasi Desa Merah Putih atau Koperasi Kelurahan Merah Putih,” kata Zulkifli dalam keterangan pers usai rapat.
Di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, salah satu Koperasi Merah Putih yang sudah aktif yakni Koperasi Merah Putih Kelurahan Maddukelleng, Kecamatan Tempe. Koperasi ini telah melayani penjualan sembako serta layanan simpan pinjam khusus untuk anggota koperasi sejak Oktober 2025.
“KKMP Kelurahan Maddukelleng sudah aktif dengan melayani penjualan sembako seperti beras, telur, dan minyak goreng. Anggota koperasi saat ini tercatat 90-an orang,” ungkap Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih, Andi Fajar Asmari, saat dikonfirmasi KABARWAJO.ID, Jumat (24/7).
Dikatakan, KKMP Maddukelleng dikelola mandiri dengan modal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota serta modal penyertaan yang dihimpun dari Unit Pengelola Keuangan (UPK) tingkat kelurahan.
“Untuk layanan simpan pinjam, khusus anggota mulai dari Rp 1-3 juta untuk usaha kecil dan mikro. Yang utama dan sebagai langkah awal, adalah bagaimana kita membangun kepercayaan masyarakat melalui aktivitas yang nyata dan terbukti dirasakan manfaatnya,” ujar Andi Fajar yang berlatar belakang pendamping koperasi.
Ia menuturkan, salah satu tantangan dalam pengelolaan Koperasi Merah Putih adanya stigma negatif di media sosial. Untuk itu, Andi Fajar bersama pengurus KKMP Maddukelleng menekankan bukti nyata kegiatan koperasi sehingga dapat memotivasi masyarakat untuk menjadi anggota.
“Kita tidak bisa menghindari stigma negatif di media sosial terkait Koperasi Merah Putih. Tetapi, kami di KKMP Maddukelleng berusaha untuk membangun kepercayaan masyarakat dan manfaatnya bisa dirasakan anggota sekaligus sebagai bukti, sehingga masyarakat menyadari manfaat Koperasi Merah Putih ini,” jelas Andi Fajar.
Ia menyebut, keberhasilan Koperasi Merah Putih tergantung dari sumber daya manusia pengurus atau pengelola koperasi itu sendiri. Andi Fajar mengungkapkan, pengurus KKMP Maddukelleng maupun Badan Pengawas terdiri dari praktisi koperasi.
“Kalau sudah ada aktivitas nyata, masyarakat akan percaya. Tentu ini tergantung juga dari kemampuan dan kompetensi pengelola atau pengurus koperasi dalam membuat perencanaan strategis. Koperasi sebagai lembaga sosial-ekonomi harus mampu memberi nilai ekonomi bagi masyarakat dan anggotanya sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan,” tutur Andi Fajar.
Bendahara KKMP Maddukelleng, Muhammad Sabir menambahkan, koperasi tersebut telah berkegiatan sejak Oktober 2025 atau berselang empat bulan setelah launching serentak pada Juli 2025.
“KKMP Maddukelleng bisa dibilang yang pertama running di Indonesia Timur. Kami mulai dengan modal awal sekitar Rp20 juta yang bersumber dari simpanan pokok dan simpanan wajib serta modal penyertaan dari Unit Pengelola Keuangan kelurahan. Kalau omzet, sudah ada Rp2 juta per bulan dengan keanggotaan saat ini sebanyak 97 anggota,” ungkap Sabir.
Sejak peluncuran serentak pada Juli 2025 hingga 24 Juli 2026, KKMP Maddukelleng telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp44 juta ke anggota koperasi.
“Respons masyarakat positif untuk menjadi anggota dan mendapatkan pinjaman. Saat ini kami melayani pinjaman untuk usaha perorangan, seperti penjual nasi kuning, toko-toko kelontong, hingga bisnis jualan online,” imbuh Sabir.
Ia tak menampik, tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan Koperasi Merah Putih yakni tingkat pemahaman masyarakat yang masih kurang mengenai manfaat koperasi.
“Tantangannya di situ, pemahaman masyarakat ke koperasi masih kurang,” pungkas Sabir. []
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…
Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…
Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…
Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…