WA Channel

Yogyakarta – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa melakukan kunjungan di dua desa wisata yang ada di Yogyakarta pada Jumat (24/1/2025).

Dua desa wisata tersebut yakni Desa Wisata Tinalah dan Desa Wisata Pandanrejo yang berhasil meraih predikat 50 besar Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2021.

Dalam kunjungannya itu, sosok yang memulai karier jurnalis di Makassar ini melihat secara langsung bagaimana desa wisata bisa meningkatkan nilai ekonomi dengan aktivitas wisata yang ditawarkan kepada para pengunjung desa.

Ni Luh juga memetakan kekuatan dan kelemahan desa bersama pengelola setempat.

“Kunjungan kali ini untuk melihat keunggulannya, dan kemudian apa yang perlu untuk kita kembangkan bersama-sama,” ungkap Ni Luh dalam siaran persnya.

Disebutkan, Desa Wisata Tinalah mendapat 9.000 kunjungan wisatawan di tahun 2024 yang memadukan keindahan alam, budaya, dan wisata sejarah, sehingga menjadi salah satu lokasi studi banding desa wisata di Yogyakarta.

Desa wisata ini juga menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Namun, yang menjadi catatan Ni Luh usai melihat dan berdialog dengan pengelola Desa Wisata Tinalah yakni pengadaan toilet bersih dan pengelolaan sampah TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle).

Sebab, health and hygiene menjadi salah satu aspek utama dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI).

Sementara, Desa Wisata Pandanrejo yang masih berada di deretan Perbukitan Menoreh menawarkan pengalaman berwisata yang asri khas pedesaan dan memberikan edukasi.

Salah satu yang paling menonjol adalah ternak kambing peranakan etawa (PE) ras Kaligesing. Sejumlah aktivitas desa yang dikelola oleh masyarakat setempat ini nyatanya memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat desa.

Pada tahun 2023, omzet yang diperoleh masyarakat desa mencapai Rp 1,3 miliar.

Hal yang menjadi catatan pengembangan Desa Wisata Pandanrejo adalah peningkatan aksesibilitas karena kendaraan bus dengan kapasitas di atas 50 seat belum tersedia, kemudian Desa Wisata Pandanrejo baru mempunyai sentra oleh-oleh dan belum ada skema koperasi untuk pengelolaannya.

Selain itu, Wamenpar Ni Luh Puspa menginginkan adanya promosi yang lebih masif di desa wisata dibarengi dengan penguatan SDM.

“Saya sangat mengapresiasi kerja-kerja dari teman-teman yang mengelola desa wisata, termasuk juga perangkat pemerintahannya. Karena desa wisata ini benar-benar mampu menggerakkan ekonomi masyarakatnya,” ujar dia.

“Hal-hal seperti ini dengan kita datang ke lapangan langsung, melihat langsung, berdiskusi langsung, kita tahu apa yang masih menjadi kendala dalam pengembangan desa wisata. Nanti tentu akan kita tindaklanjuti dan diskusikan di tingkat pusat,” pungkas Ni Luh Puspa. []