PUSKESMAS Salewangeng, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dipadati sekitar 20-an warga, Senin (24/8) pagi. Mereka hendak melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mendeteksi penyakit sejak dini. Program ini merupakan program nasional yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Biasanya, hari Senin banyak warga yang datang ke puskesmas untuk melakukan cek kesehatan gratis,” kata Koordinator CKG Puskesmas Salewangeng, Ernawati, kepada KABARWAJO.ID
Dia menuturkan, setahun lebih setelah diluncurkan secara nasional pada Februari 2025, program tersebut mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun demikian, Ernawati tak menampik, kesadaran masyarakat untuk datang memeriksakan kesehatan masih kurang.
“Beberapa masyarakat masih berpikir datang memeriksakan kesehatan karena dianggapnya seperti saat pandemi COVID-19 dan diberikan vaksinasi,” ungkap dia.
Ernawati menambahkan, selain pelayanan di puskesmas, pihaknya juga tetap melakukan upaya “jemput bola” dengan memberikan pelayanan CKG di luar puskesmas. Di antaranya, petugas CKG turun langsung ke posyandu, sekolah-sekolah, pondok pesantren, hingga hadir pada kegiatan-kegiatan publik yang melibatkan banyak peserta.
“Kami juga ke sekolah-sekolah, pasar-pasar tradisional, hingga bekerja sama dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemkab Wajo untuk melaksanakan cek kesehatan gratis ke para pegawai,” imbuh Ernawati.
Dia menjelaskan, skrining awal peserta CKG dilakukan secara mandiri melalui aplikasi SATUSEHAT mobile serta melalui pendaftaran oleh petugas puskesmas setempat. Dari hasil pemeriksaan, mereka yang berisiko penyakit selanjutnya mendapatkan rujukan untuk berobat sesuai fasilitas kesehatan pada BPJS Kesehatan.
“Kadang ada yang datang nampak sehat, tapi dari hasil pemeriksaan CKG ternyata ada indikasi penyakit. Beberapa penyakit yang berlanjut dengan rujukan dan pengobatan yakni hipertensi, hiperkolesterol, dan diabetes,” ujar Ernawati yang juga pengelola Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Puskesmas Salewangeng.

“Sehat Maradeka”
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo drg Armin menyebutkan, program CKG sejalan dengan visi-misi Pemerintah Kabupaten Wajo, yakni “Sehat Maradeka”. Program ini fokus pada pembangunan di bidang kesehatan dengan cara meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang sehingga meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara luas.
“Dengan adanya program nasional Cek Kesehatan Gratis untuk semua umur, bisa dilakukan deteksi dini terhadap potensi penyakit dan ditindaklanjuti dengan pengobatan bagi mereka yang berisiko. Dengan demikian, pencegahan terhadap tingkat keparahan penyakit bisa ditangani lebih cepat,” ucap Armin.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo hingga periode Senin (24/8), total peserta CKG yang selesai pelayanan sebanyak 163.197 warga di 14 kecamatan di Kabupaten Wajo sepanjang tahun 2026, atau 39,6 persen dari total jumlah penduduk Kabupaten Wajo berdasarkan data BPS 2025 sekitar 412.100 jiwa.
Bupati Wajo Andi Rosman menyatakan program CKG tersebut diharapkan bisa memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Kabupaten Wajo. Bupati menyebut, program itu berkaitan dengan visi-misi “Sehat Maradeka” yang dicanangkan bersama Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.
“Masyarakat yang sehat, juga akan meningkatkan produktivitas sosial dan ekonomi. Dari tubuh yang sehat, menghadirkan pikiran yang Maradeka dalam berusaha dan bekerja,” pungkas Bupati Wajo.
(Penulis: Sapriadi)



