Sengkang, KABARWAJO.ID – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Danau Tempe atau lebih dikenal sebagai PDAM Wajo ternyata mengalami kerugian sebesar Rp1,4 miliar pada tahun 2025.
Hal ini diungkapkan Direktur PDAM Wajo, Andi Gusti Makkarodda, yang baru 1,5 bulan menakhodai perusahaan daerah penyedia air bersih ke masyarakat itu. Di satu sisi, piutang atau tunggakan pelanggan di tahun 2025 sebesar Rp1,8 miliar.
AGM menyebut, kerugian PDAM Wajo yang “diwariskan” oleh direksi sebelumnya menjadi pekerjaan rumah bagi dirinya bersama jajaran pegawai PDAM Wajo untuk melakukan pembenahan.
“PDAM Wajo merugi sebesar Rp1,4 miliar di tahun 2025. Adapun piutang atau tunggakan pelanggan sebesar Rp1,8 miliar,” ungkap AGM melalui wawancara dengan KABARWAJO.ID di kantornya, Senin (16/2) malam.
Sebelumnya, Bupati Wajo Andi Rosman sudah menekankan terkait kondisi PDAM Wajo. Dia menyebut perusahaan penyedia air minum daerah itu diperlukan adanya penanganan khusus.
“PDAM Wajo perlu pembenahan. Dari catatan kementerian, sejak tahun 2022 PDAM Wajo butuh penanganan khusus. Satu tahun ke depan kita harapkan PDAM Wajo akan ada perubahan,” kata Andi Rosman saat melantik Dewan Pengawas dan Direktur PDAM Tirta Danau Tempe di Batas Senja Cafe & Resto, Rabu (31/12/2025).
Dia menuturkan, dirinya sudah menerima laporan dari masyarakat terkait kondisi air PDAM yang keruh. Bupati Wajo mengibaratkan warnanya seperti seragam keki.
“Kalau dulu warnanya seperti baju keki, maka ke depannya karena dilantik dengan memakai baju putih, air PDAM akan lebih jernih,” ujarnya.
“Keyakinan saya besar karena PDAM Wajo berada di tangan yang tepat,” pungkasnya. []
Baca Juga :
Luncurkan Layanan Pengaduan Pelanggan, Andi Gusti Makkarodda Isyaratkan Komitmen Benahi PDAM



