WA Channel

KABARWAJO.ID – Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Syafruddin merupakan salah seorang putra daerah asal Kabupaten Wajo yang memiliki karier cemerlang di dunia militer.

Syafruddin lahir di Menge, Kecamatan Belawa pada 3 Agustus 1964. Perjalanan kariernya di TNI diawali saat dipercayakan sebagai komandan Batalyon Infanteri 431 pada kurun waktu 2004-2006. Dia tercatat sebagai alumni Akademi Militer tahun 1989 dan mahir dalam bidang Infanteri.

Tahun 2010-2012, Syafruddin menjabat sebagai komandan Brigade Infanteri 7. Tahun 2012-2013, dia melanjutkan karier sebagai perwira menengah di Detasemen Markas Besar Angkatan Darat. Lalu, menjadi Asisten Operasi Kodam IV/Diponegoro pada tahun 2013.

Syafruddin juga pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Pengendalian Operasi TNI AD dan tahun 2015 menjabat Komandan Korem 142/Taro Ada Taro Gau.

Meski jabatan itu diemban dalam kurun waktu hanya 10 bulan, Syafruddin selaku Danrem 142/Tatag memimpin sejumlah tugas besar.

Di antaranya pencarian korban jatuhnya pesawat Aviastar di Pegunungan Latimojong, pengamanan pilkada sejumlah daerah di Sulsel dan Sulbar pada 9 Desember 2015, serta memimpin bantuan personel Operasi Tinombala dalam rangka perburuan jaringan teroris Santoso di Poso, Sulawesi Tengah.

Lepas sebagai Danrem 142/Tatag, Syafruddin mengemban tugas sebagai Staf Operasi Markas Besar TNI. Tahun 2017, menjadi Perwira Pembantu Utama IV yang selanjutnya sebagai Kepala Staf Komando Garnisun Tetap I/Jakarta pada tahun 2019.

Selain itu, Syafruddin juga pernah bertugas sebagai Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I di Tanjung Pinang. Selanjutnya, menjadi Asisten Operasi Panglima TNI sejak 26 April 2021.

Juli 2022, Syafruddin kemudian dimutasi sebagai perwira tinggi di Mabes TNI AD melalui SK Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa No Kep/700/VII/2022 sebelum pensiun.