Catatan : Dr. Drs. Suriadi Mappangara, M. Hum
(Sejarawan, Penulis, Dosen di FIB Universitas Hasanuddin)
NAMA Prof Dr Ir H Radi A Gany tentu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya civitas akademika Universitas Hasanuddin. Beliau adalah salah satu putra terbaik daerah yang mengabdikan hidupnya di garis depan pendidikan, birokrasi, dan pembangunan pertanian nasional.
Lahir pada 30 Januari 1942, Prof Radi A Gany merupakan akademisi dan pakar di bidang ilmu pertanian serta pengelolaan sumber daya air (water management). Pemikiran-pemikirannya banyak berfokus pada integrasi sains dan jaringan irigasi untuk mendukung kesejahteraan masyarakat agraris, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Dari Bupati Wajo hingga Nahkoda Unhas
Sebelum dipercaya memimpin Unhas, rekam jejak kepemimpinannya sudah teruji saat beliau menjabat sebagai Bupati Kabupaten Wajo (1985–1993). Prof Radi A Gany sukses memadukan pendekatan keilmuan dengan kebijakan daerah untuk mendongkrak produktivitas pertanian dan perikanan lokal, termasuk pengelolaan kawasan Danau Tempe.
Pada tahun 1997, ia dipercaya menjabat sebagai Rektor Universitas Hasanuddin. Menariknya, masa kepemimpinannya bertepatan dengan momentum krusial sejarah bangsa: Gelombang Reformasi 1998.
Di tengah situasi politik yang bergejolak, Prof Radi A Gany tampil sebagai sosok pengayom. Ia dikenal sangat demokratis, merangkul mahasiswa, serta menjaga Unhas tetap menjadi benteng kebebasan mimbar akademik yang aman dan bermartabat.
Kepercayaan civitas akademika yang begitu besar membuatnya terpilih kembali untuk periode kedua, sehingga ia memimpin Unhas selama dua periode berturut-turut (1997–2001 dan 2001–2006).
Di bawah kepemimpinan Prof Radi A Gany, Unhas semakin mengukuhkan diri sebagai pusat keunggulan riset berbasis Benua Maritim Indonesia (BMI).
Sumbangan untuk Ketahanan Pangan Nasional
Kiprah Prof Radi A Gany tidak berhenti di Makassar. Pengalaman panjang di dunia akademis dan birokrasi membuatnya dipanggil ke panggung nasional.
Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ia diangkat menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Pertanian (2007–2010) untuk memberikan masukan strategis terkait ketahanan pangan dan revitalisasi pertanian Indonesia.
Wafat pada 13 Februari 2020, Prof Radi A Gany dikenang sebagai pribadi yang bersahaja, berintegritas tinggi, dan senantiasa peduli pada kemajuan generasi muda. Warisan pemikiran dan teladannya akan terus menjadi inspirasi bagi kita semua. []



