KABARWAJO.id – Proses pemilihan calon anggota legislatif (caleg) di Pemilu 2024 sudah usai.
Untuk DPRD Kabupaten Wajo, sebanyak 40 calon Anggota DPRD Wajo Periode 2024-2029 dari enam daerah pemilihan tinggal menunggu penetapan KPU dan pelantikan yang sedianya dijadwalkan pada September 2024 mendatang.
Dari 40 kursi yang diperebutkan, sebanyak 19 caleg petahana berhasil mengamankan kursi dan kembali duduk di DPRD Wajo Periode 2024-2029.
Sementara 21 caleg lainnya merupakan pendatang baru. Dua di antaranya, mantan Anggota DPRD Wajo yang berhasil comeback yakni Rahman Rahim dari Partai Gerindra serta Risman Lukman mewakili Partai Persatuan Pembangunan.
Yang menarik, pada Pemilu kali ini sejumlah politisi milenial mampu unjuk suara menembus kursi parlemen Wajo dan siap mengemban amanah serta aspirasi masyarakat.
Mereka di antaranya Haryanto dari Partai NasDem dan Amran dari Partai Gelora yang bertarung di Dapil II Wajo meliputi Kecamatan Tanasitolo dan Majauleng.
Di Dapil III Wajo meliputi Maniangpajo, Belawa, dan Gilireng, sebanyak empat politisi milenial mencuat. Mereka yakni caleg petahana Arga Prasetya Ashar dari PKS, Apriliani Nurdin (PAN), Ambo Dalle (Partai NasDem), dan Andi Tri Sakti (Partai Demokrat).
Di Dapil IV Wajo meliputi Kecamatan Pitumpanua dan Keera, diwakili politisi muda Partai Demokrat, Andi Sariful Aklam.
Sementara di Dapil V Wajo meliputi Kecamatan Takkalalla, Sajoanging, Penrang, dan Bola di antaranya Farhan Pradana dari Partai Gerindra, Andi Muh. Sarwan mewakili PAN, dan Dirga Dwi Putra Ashar dari PKS.
Selanjutnya di Dapil VI Wajo meliputi Sabbangparu dan Pammana ada Alif Kurniawan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) serta Andi Muh. Akbar mewakili Partai Golkar.
Pengamat politik Wajo Sapriadi Pallawalino menilai, kehadiran para politisi milenial di DPRD Wajo itu diharapkan bisa memberi warna baru dan angin segar di parlemen.
Menurut dia, kemenangan para politisi milenial dibarengi dengan dominannya pemilih muda pada Pemilu 2024.
“Dinamika politik yang berkembang memberikan ruang bagi politisi muda dan milenial untuk berbicara lebih banyak. Kita berharap, kehadiran mereka di DPRD Wajo ini bisa memberikan pembaruan, pemikiran-pemikiran yang visioner, serta ide-ide segar dan kekinian dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Wajo,” kata Adi.
Koordinator Lapangan Quick Count CSIS-Cyrus Network area Sulawesi Barat pada Pemilu 2024 ini menyebutkan, kehadiran para politisi muda tersebut sekaligus memberi kesempatan untuk berkolaborasi dan bertukar pikiran dengan politisi senior sebagai penyambung aspirasi masyarakat dan merumuskan undang-undang.
“Yang terpenting, semoga motivasi politiknya bisa diluruskan terlebih dulu untuk memperjuangkan aspirasi dan kesejahteraan masyakarakat. Bukan sebaliknya, saat masuk dalam lingkaran kekuasaan justru terjerumus pada pragmatisme politik dan tindakan-tindakan yang merusak karier politiknya itu sendiri,” ujar founder Kabar Wajo ini.
“Kita menunggu apa gebrakan yang bisa dilakukan dan ide-ide untuk mengawal pembangunan di Wajo. Perjalanan masih panjang, masuk di parlemen merupakan langkah permulaan bagi mereka ditempa menjadi calon pemimpin di masa mendatang. Kebaikan jika mampu menjaga integritas, peka terhadap aspirasi masyarakat, sebaliknya keburukan bagi mereka saat tak tahan dengan godaan politik pragmatis dan melakukan tindakan yang merusak kepercayaan masyarakat,” pungkas Adi. (tmk)




Tinggalkan Balasan