Ruas jalan Impa-Impa - Anabanua di Kabupaten Wajo. Foto: Dok. Istimewa/Pemprov Sulsel
Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadi babak baru dalam transformasi pembangunan daerah. Tak lagi sekadar ‘Janci Mutaroe’, tapi perbaikan infrastruktur kini lebih terarah dan terukur.
——-
RABU, 5 Juli 2023, sekira pukul 09.00 WITA, beberapa mobil melintas pelan di ruas jalan yang menghubungkan Impa-Impa – Anabanua di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Tepat di depan kantor Kelurahan Dualimpoe, Kecamatan Maniangpajo, sejumlah warga berswadaya memperbaiki titik jalan rusak. Aksi itu sebagai bentuk kepedulian warga terhadap kondisi jalan yang sudah rusak berat tersebut.
Kepala Kepolisian Sektor Maniangpajo saat itu, Iptu Ami Suandi menyebutkan, aksi swadaya memperbaiki jalan tersebut bersumber dari dana patungan warga. Menurut dia, kondisi jalan yang sudah rusak berat banyak dikeluhkan pengendara. Apalagi, jalur ini merupakan salah satu ruas jalan provinsi di Kabupaten Wajo dengan tingkat lalu lintas harian yang tinggi.
Tidak hanya menjadi akses warga Kecamatan Maniangpajo ke pusat kota Sengkang, ruas jalan sepanjang 16,9 kilometer itu juga menjadi jalur penghubung akses dari Kabupaten Sidrap dan Parepare menuju Kabupaten Bone dan Soppeng.
“Kondisi jalan yang sudah sangat parah dan berlubang berdampak terhadap lalu lintas kendaraan. Ini meresahkan masyarakat dan pengendara,” ucap Ami Suandi.
Tak jauh dari ruas jalan Impa-Impa – Anabanua, kondisi jalan serupa nampak pada jalan yang menghubungkan Anabanua dengan Malakke, Kecamatan Belawa. Selain menjadi jalur angkutan hasil pertanian, ruas jalan sepanjang 28,6 kilometer ini juga menjadi jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Sidrap dengan ruas Jalan Trans Sulawesi menuju Palopo atau ke pusat kota Sengkang.
Dudhy, warga Kelurahan Anabanua mengatakan, ruas jalan tersebut rusak berat sejak beberapa tahun terakhir. Tak hanya pengendara roda empat, pengendara roda dua pun harus berjibaku melewati jalan berlubang dan bergelombang saat melintasi jalan tersebut.
“Apalagi kalau musim hujan, jalanan sudah seperti kolam-kolam dan rawan memicu kecelakaan,” kata Dudhy kepada KABARWAJO.ID, Selasa (20/6/2023) lalu.
Warga lainnya, Fattah menyatakan, ruas jalan tersebut sangat penting bagi aktivitas keseharian warga karena menjadi satu-satunya akses bagi warga di Kelurahan Tangkoli menuju pusat ibu kota Kecamatan Maniangpajo dan Kota Sengkang.
“Besar harapan kami, kiranya ruas jalan ini mendapat perhatian pemerintah dan segera diperbaiki,” ujarnya.
Ruas jalan Impa-Impa – Anabanua dan Anabanua – Malakke merupakan dua dari lima ruas jalan provinsi di Kabupaten Wajo yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
MYP, Menghapus Stigma ‘Janci Mutaroe’
Tahun 2024, pemilihan kepala daerah secara serentak digelar. Di Kabupaten Wajo, dua kandidat bertarung. Pasangan petahana kala itu, Amran Mahmud-Amran (Pammase), menghadapi pasangan penantang Andi Rosman-Baso Rahmanuddin (AR-Rahman). Pilkada Sulawesi Selatan juga head to head. Mohammad Ramadhan Pomanto yang berpasangan dengan Azhar Arsyad berebut suara dengan pasangan Andi Sudirman Sulaiman – Fatmawati Rusdi.
Lazimnya di kontestasi pemilihan langsung dan masa-masa kampanye, para kandidat akan menawarkan sejumlah program untuk menarik perhatian masyarakat. Perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu jualan janji politik yang laris dari masa ke masa. Namun, tak jarang saat periode berakhir, janji perbaikan jalan kadang urung terlaksana. Istilah ‘janci mutaroe‘ atau ‘janci mutale’e‘ pun kerap dilontarkan warga sebagai bentuk kekecewaan.
Catatan penulis, pada masa kampanye pilkada 2024, dua pasangan pemenang pilkada masing-masing Andalan Hati untuk Provinsi Sulawesi Selatan dan AR-Rahman untuk Kabupaten Wajo juga menawarkan janji klasik, yakni perbaikan infrastruktur ruas jalan bila memenangkan pilkada.
“InsyaAllah, jika Andalan Hati diamanahkan untuk memimpin Sulawesi Selatan dan AR-Rahman di Wajo, maka fokus utama adalah perbaikan jalan,” janji Cawagub Sulsel Fatmawati Rusdi saat memberi sambutan dalam peresmian posko pemenangan bersama pasangan AR-Rahman di Wajo, Sabtu (5/10/2024).
Dalam kesempatan berbeda, Andi Sudirman Sulaiman selaku Cagub Sulsel juga melakukan serangkaian kegiatan silaturahmi dengan warga di Kabupaten Wajo, Minggu (13/10/2024). Ketika bersilaturahmi dengan warga di Desa Simpursia, Kecamatan Pammana, dalam sebuah video singkat berdurasi 12 detik, sekilas terdengar Andi Sudirman menyinggung soal janji seorang pemimpin.
“5 tahun si labe defa na jaji aspal e, naseng janci mutaro’e (5 tahun berlalu belum selesai pengaspalan jalan, disebutlah janji yang tersimpan),” ujar Andi Sudirman sambil tertawa yang disambut tepuk tangan dan teriakan warga.
Pilkada Sulsel 2024 berakhir dengan kemenangan Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi. Sementara di Kabupaten Wajo, pasangan Andi Rosman-Baso Rahmanuddin mendapatkan kesempatan menakhodai daerah ini untuk lima tahun ke depan. Bagi masyarakat, hal yang paling ditunggu adalah bagaimana kepala daerah yang terpilih merealisasikan janjinya.
19 Oktober 2025, pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sulsel dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-356 Provinsi Sulawesi Selatan, Pemprov Sulsel meluncurkan program Multi-Years Project (MYP) sebagai tonggak percepatan pembangunan infrastruktur, layanan publik, dan konektivitas ekonomi di seluruh wilayah Sulsel. Proyek tahun jamak ini menargetkan pembangunan infrastruktur jalan secara berkelanjutan selama tiga tahun, yakni 2025-2027. Anggaran sebesar Rp3,7 triliun digelontorkan yang dibagi dalam 5 paket proyek pembangunan.
Khusus ruas jalan provinsi di Kabupaten Wajo, masuk dalam paket 4 dengan pagu anggaran Rp615,6 miliar sekaligus yang terbesar. Adapun 15 ruas jalan yang ditangani pada paket 4 meliputi Pekkae-Batas Kabupaten Soppeng, batas Barru-Takalala, Cabenge-Salaonro, Salaonro-Batas Kabupaten Wajo, batas Soppeng-Ulugalung, Impa Impa- Anabanua, dan Cabenge Soppeng.
Selanjutnya Anabanua-Malakke-Batas Sidrap, Doping-Atapange, Solo-Peneki-Kulampu, Salaonro-Batas Kabupaten Bone, batas Kabupaten Soppeng-Pompanua, Waempubbu-Pompanua, Lajoa-Pacongkang-Citta-Batas Bone, dan Batas Soppeng-Tobenteng.
Sementara Paket 1 mencakup 13 ruas jalan sepanjang 300,24 kilometer di wilayah Makassar, Gowa, Sinjai, dengan nilai kontrak Rp430 miliar, paket 2 mencakup 10 ruas jalan sepanjang 209 kilometer di wilayah batas Makassar, Takalar, Jeneponto dengan nilai kontrak Rp274 miliar, serta Paket 3 meliputi wilayah wilayah Pinrang, Sidrap, Enrekang, hingga Wajo dengan ruas jalan sepanjang 254 km dengan nilai kontrak Rp478 miliar.
Adapun Paket 5 meliputi ruas jalan yang menghubungkan Makassar, Bone, dan Sinjai sepanjang 218 kilometer dengan nilai kontrak Rp383,5 miliar, dan Paket 6 dengan total anggaran sekitar Rp239 miliar mencakup penanganan 20 ruas jalan di 9 daerah, yakni Kabupaten Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Pinrang, Jeneponto, Bantaeng, Maros, Kota Palopo, dan Kota Makassar.
Pembangunan Infrastruktur Lebih Terukur
Wakil Rektor III Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Lamaddukelleng Andi Bau Mallarangeng mengatakan, program MYP Pemprov Sulsel menjadi inovasi baru dalam pembangunan infrastruktur. Di samping memberi kepastian kesinambungan pembangunan di satu wilayah, juga menjamin ketersediaan anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Inovasi MYP ini sangat bagus, karena pembangunan infrastruktur lebih terukur dan terarah. Jadi, ada jaminan pembangunan secara berkelanjutan. Program ini juga menjamin ketersediaan dana di APBD karena sudah dianggarkan 2-3 tahun,” kata Andi Bau Mallarangeng, Minggu, 6 September 2026.
Ia menyebutkan, selama ini proyek perbaikan jalan tidak dilakukan secara berkelanjutan atau hanya secara parsial. Dosen LLDIKTI Wilayah IX ini mencontohkan, dulunya jalan dikerja sepanjang 10 kilometer. Namun, jalan yang sempat diperbaiki sudah rusak dan baru dilanjutkan pembangunan selanjutnya.
“Biasanya kan jalan itu dikerja sepanjang 10 kilometer, nanti dilanjutkan kembali sambungannya beberapa tahun setelah jalan sebelumnya rusak. Dengan adanya program MYP ini, memberi kepastian pembangunan infrastruktur,” ujarnya.
Di samping itu, menurut Andi Bau Mallarangeng, program MYP ini juga diharapkan menyerap 40 persen tenaga kerja lokal sehingga membuka lapangan kerja baru.
“Kalau ini semua berjalan, program MYP ini bagus sekali. Tetapi juga perlu adanya pengawasan dari elemen masyarakat untuk kesuksesan pelaksanaan program MYP ini,” imbuhnya.
Ia menambahkan, masyarakat Kabupaten Wajo seharusnya bersyukur dengan adanya program MYP yang memberi kepastian pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan ruas jalan provinsi yang rusak.
“Dengan adanya MYP ini, Wajo bisa selesai dengan problem jalan rusak yang banyak dikeluhkan selama ini,” ucap Andi Bau Mallarangeng.
Jalan Mulus, Aktivitas Lancar
Warga Kelurahan Anabanua, Kecamatan Maniangpajo, Syamsul Bakhri Said, mengatakan, bersyukur dengan adanya perbaikan ruas jalan provinsi di Kabupaten Wajo. Ia menyebut, Wajo selama ini identik dengan jalannya yang rusak.
“Tentu kita bersyukur dengan adanya perbaikan ruas jalan provinsi, termasuk ruas jalan Anabanua – Impa-impa. Dulu kita malas ke Sengkang karena jalan rusak dan berlubang yang memakan waktu hingga satu jam. Sekarang jalanan sudah diperbaiki, hanya 20 menit sudah sampai Sengkang (dari Anabanua),” ujar Penasihat PWI Kabupaten Wajo ini.
Hal senada diungkapkan Kepala Puskesmas Maniangpajo, Indo Asse. Sebelum ruas jalan Impa-Impa – Anabanua diperbaiki, dia menyebut sangat menghambat perjalanan ketika ada pasien yang hendak dirujuk ke Rumah Sakit Lamaddukelleng, Sengkang.
“Dulu susah sekali saat ada pasien hendak dirujuk. Kami bahkan kadang memberi pertimbangan ke keluarga pasien untuk dirujuk saja ke rumah sakit di Kabupaten Sidrap,” kata Indo Asse.
Sebagai Kepala Puskesmas Maniangpajo, ia pun kerap kali menghadiri kegiatan di Sengkang. Kondisi jalan rusak menurutnya juga berdampak pada onderdil kendaraan yang cepat rusak.
“Tentu onderdil mobil cepat rusak juga kalau melewati jalan rusak. Alhamdulillah, sekarang jalan ke Sengkang (Impa-impa – Anabanua) sudah diperbaiki. Kami tak terkendala lagi saat ada pasien yang hendak dirujuk ke Rumah Sakit Lamaddukelleng di Sengkang,” ujarnya.
Warga lainnya, Heriandi, yang berprofesi sebagai sopir lintas daerah mengatakan perjalanan lebih lancar setelah sejumlah ruas jalan provinsi diperbaiki sekaligus memudahkan sopir seperti dirinya dalam antar-jemput penumpang.
“Kalau jalan rusak, kita setengah mati saat menjemput penumpang. Sekarang beberapa ruas jalan sudah diperbaiki, perjalanan lebih lancar,” kata dia.
Sementara itu, Bupati Wajo Andi Rosman mengatakan pembangunan infrastruktur jalan melalui skema Multi-Years Project menjadi berkah bagi daerah ini. Apalagi, Kabupaten Wajo menjadi wilayah terpanjang penerima manfaat pada paket 4 sepanjang 119,39 kilometer.
“Ini sejarah bagi masyarakat Wajo, bantuan dari provinsi sangat luar biasa. Kita berharap berharap pembangunan jalan provinsi melalui skema multiyears dapat semakin mendukung Wajo sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan,” kata Andi Rosman.
Secara terpisah, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman terus memastikan pelaksanaan program Multi Years Project tahun 2025-2027 berjalan sesuai target. Dalam wawancara pada program Metro TV, ia menyebut progres pengerjaan jalan mencapai lebih dari 300 kilometer hingga Selasa (1/9/2026) dari 1.000 kilometer ruas jalan rusak yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah, semua berjalan. Progresnya sesuai rencana dan semuanya on the track. Saat ini progres pekerjaan berada pada kisaran 20 hingga 35 persen,” kata Andi Sudirman.
“Bahkan beberapa ruas sudah mulai dinikmati masyarakat, khususnya ruas yang selama ini menjadi keluhan dan memiliki aktivitas lalu lintas harian rata-rata cukup tinggi,” pungkasnya.
Diketahui, program MYP Pemprov Sulsel tahun anggaran 2025 – 2027 tak hanya berfokus pada peningkatan konektivitas antarwilayah melalui perbaikan dan pengaspalan ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan melalui rehabilitasi sistem irigasi dengan anggaran Rp780 miliar.
Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur melalui program MYP Pemprov Sulsel juga ditujukan untuk penyediaan akses kesehatan berupa pembangunan Rumah Sakit Regional di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Luwu dengan alokasi anggaran Rp485 miliar.
[Penulis: Sapriadi ‘Adi Pallawalino’]
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…
Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…
Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…
Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…