WA Channel

Sengkang, KABARWAJO.ID – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten Wajo sukses mencatatkan rekor Indonesia melalui penggunaan pakaian adat yang dirangkaikan pelaksanaan Senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia secara serentak di 1.000 titik.

Meski tak tercatat dalam rekor Museum Republik Indonesia (MURI), kegiatan itu tercatat dalam Lembaga Prestasi Indonesia dan Dunia (Leprid) yang ditandatangani pendiri sekaligus Ketua Umum Leprid, Paulus Pangka.

Sekretaris Komisi IV DPRD Wajo Feri Surachmat mengatakan, pihaknya mengapresiasi pelaksanaan peringatan Hardiknas yang digelar serentak di 1.000 titik di Kabupaten Wajo.

Kendati demikian, Feri mengingatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wajo tidak terlena pada agenda seremonial semata.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengingatkan masih banyak pekerjaan rumah di sektor pendidikan yang lebih urgen, di antaranya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).

“Bagaimana pun, ini menjadi tanggung jawab bersama, khususnya Dinas Pendidikan, agar kualitas pendidikan di Wajo terus meningkat,” kata Feri dalam siaran pers Humas DPRD Wajo.

Dia juga mengajak semua pihak untuk mendukung pendidikan dan memastikan anak-anak mendapatkan akses pendidikan minimal sembilan tahun.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Wajo AD Mayang menyatakan, peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum penting untuk mengingat peran strategis pendidikan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

“Pendidikan bukan hanya soal ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk masa depan generasi bangsa. Atas nama pribadi dan lembaga DPRD Kabupaten Wajo, kami mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026,” pungkasnya.