WA Channel

Makassar, KABARWAJO.ID – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Polisi Didik Supranoto, menyatakan tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel diterjunkan untuk menyelidiki penyebab kelangkaan BBM sekaligus memastikan ada atau tidaknya praktik penyimpangan dalam distribusi kedua komoditas tersebut.

“Terkait dengan langkanya BBM, tentu kita tidak akan diam. Dari Krimsus akan tetap melakukan penyelidikan, apakah itu ada mafia atau tidak ada mafia. Nanti akan kita sampaikan kembali,” kata Didik kepada wartawan di Mapolda Sulsel, Senin (7/9).

Dia menyebut Polda Sulsel akan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kelangkaan BBM dan LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.

Didik menegaskan, Polda Sulsel tidak akan memberikan toleransi terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk penimbunan BBM bersubsidi, khususnya jenis solar.

“Polda Sulawesi Selatan berkomitmen kalau memang itu ada penyimpangan dan juga ada mafia BBM, terutama solar, pasti akan kita tindaklanjuti secara hukum. Tidak akan kita toleransi kalau hasil penyelidikan ditemukan unsur-unsurnya,” ujarnya.

Juru bicara Polda Sulsel ini menambahkan, kepolisian juga mendalami persoalan kelangkaan LPG 3 Kilogram yang mulai dikeluhkan masyarakat di sejumlah daerah.

Untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan, Ditreskrimsus Polda Sulsel akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk dengan Pertamina dan pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Disebutkan, saat ini tim Ditreskrimsus Polda Sulsel masih mengumpulkan data dan informasi dari lapangan. Didik memastikan hasil penyelidikan akan disampaikan kepada publik setelah proses pendalaman selesai.

Anggota DPRD Wajo dari Fraksi Partai Gerindra, H Mustafa. Foto: Dok. DPRD Wajo

Dugaan Keterlibatan Oknum Anggota Polisi

Sebelumnya, dugaan keterlibatan oknum anggota polisi di Kabupaten Wajo dalam pusaran penyalahgunaan solar bersubsidi diungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Wajo dari Partai Gerindra, H Mustafa.

Dalam rapat dengar pendapat di Gedung DPRD Wajo pada Jumat (7/8), ia blak-blakan terkait penyalahgunaan BBM bersubsidi yang melibatkan oknum anggota polisi. Mustafa menyebut, terkait temuan adanya keterlibatan oknum aparat yang memiliki 5 mobil yang dipakai melangsir BBM.

“Ada oknum polisi yang terlibat. Modus yang dipakai adalah menggunakan 5 mobil untuk mengisi BBM bersubsidi. Saya sangat malu melihat ada oknum polisi yang ikut menyalahgunakan BBM bersubsidi,” ujar Mustafa.

Dia menyebut, mobil pelangsir BBM bersubsidi berpindah-pindah SPBU. Mustafa yang merupakan mantan Anggota Brimob itu mengungkap, setidaknya ada 60 mobil pelangsir yang dia temukan di salah satu SPBU di Wajo.

Dia menyatakan dirinya telah mengetahui data dan identitas pemilik kendaraan. Menurut Mustafa, ada empat kapal pengangkut solar yang ditangkap Polda Sulawesi Tenggara dan mayoritas berasal dari wilayah Wajo.

“Sudah lama saya memantau dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Kalau Polres tidak bisa selesaikan ini masalah, saya akan sampaikan ke Polda. Kalau Polda juga tidak bisa menyelesaikannya, saya akan bawa ke Mabes,” ujarnya.

Sementara Wakil Kapolres Wajo Andi Syamsulipu yang hadir dalam RDP tersebut, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti berbagai informasi yang disampaikan dalam rapat.

“Kami akan mencoba mencari solusi dan akan memberikan tindakan apabila ditemukan adanya pelanggaran,” kata Wakapolres Wajo. (tim)