Prof Ahmad Amiruddin semasa hidupnya. Foto: Dok. Istimewa/HO
Oleh: Andi Killang
(Putra Asli Berdarah Paselloreng, Gilireng, Wajo; Entrepreneur Internasional Sektor Ekspor-Impor dan Jasa Pariwisata Outbound-Inbound)
—
Sulawesi Selatan, tanah yang kaya akan peradaban, budaya, dan kearifan lokal, telah melahirkan banyak tokoh besar yang memberi warna bagi sejarah Indonesia.
Namun, dari sekian banyak tokoh yang mewarnai lembar pembangunan bangsa, nama Prof. Dr. Ahmad Amiruddin adalah sosok yang secara khusus pantas dikenang sebagai arsitek pendidikan dan pembangunan berorientasi ilmu di kawasan Indonesia Timur.
Lahir di Gilireng, Kabupaten Wajo, pada 25 Juli 1932, Ahmad Amiruddin meniti karier akademiknya dari kampung sederhana hingga menembus dunia pendidikan tinggi internasional.
Ia menempuh studi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan melanjutkan pendidikan S2-S3 di University of Kentucky, Amerika Serikat.
Keilmuannya tidak berhenti di ruang kuliah; ia mengaktualisasikan pemikirannya melalui jabatan strategis — baik di dunia akademik maupun pemerintahan.
Rektor Visioner, Pelopor Tamalanrea
Sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 1973–1982, Ahmad Amiruddin memimpin transformasi paling monumental dalam sejarah perguruan tinggi di Indonesia Timur: pemindahan kampus Unhas dari Baraya ke kawasan Tamalanrea, sebuah langkah visioner yang tak hanya mengubah wajah pendidikan, tetapi juga tata ruang Kota Makassar.
Di bawah kepemimpinannya, kampus baru dibangun dengan semangat keberlanjutan, kelengkapan akademik, dan orientasi jangka panjang.
Ia juga memprakarsai pendirian Rumah Sakit Pendidikan Unhas, sebagai bentuk sinergi antara pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat.
Gubernur Intelektual, Pembangun Berbasis Ilmu
Mengemban amanah sebagai Gubernur Sulawesi Selatan dua periode (1983–1993), Ahmad Amiruddin membawa konsep pembangunan yang tidak biasa.
Ia menggagas “Tri Konsep Pembangunan Sulsel” — yakni ubah pola pikir masyarakat, kembangkan komoditas unggulan daerah, dan petik-olah-jual — yang menjadi cikal bakal pembangunan daerah berbasis sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan.
Tak hanya membangun fisik, ia membangun fondasi mental dan cara pandang masyarakat Sulsel agar lebih adaptif, produktif, dan kompetitif di era globalisasi.
Pengaruh Nasional & Internasional
Ahmad Amiruddin dipercaya sebagai Wakil Ketua MPR RI periode 1992–1997, sebuah pengakuan atas kepiawaian intelektual dan kepemimpinannya.
Ia juga aktif sebagai penasihat Menteri Riset dan Teknologi serta Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Di luar negeri, namanya harum sebagai akademisi yang pernah menjadi guru besar tamu di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), yang juga memberinya gelar Doctor Honoris Causa.
Warisan Abadi
Warisan Ahmad Amiruddin tidak hanya berdiri dalam bentuk bangunan fisik. Lebih dari itu, ia meninggalkan jejak pemikiran, etos kerja ilmiah, dan model kepemimpinan berbasis moral dan ilmu pengetahuan yang menjadi referensi langka di masa kini.
Ia wafat pada 22 Maret 2014, namun warisannya tetap hidup — dari aula kampus, ruang kuliah, hingga kebijakan publik.
Penutup : Sebuah Kebanggaan dan Inspirasi Generasi Baru
Sebagai salah satu putra asli berdarah Paselloreng, Gilireng, yang telah menempuh jenjang pendidikan tertinggi dalam dan luar negeri, penulis merasakan bahwa keteladanan Prof. Dr. Ahmad Amiruddin adalah inspirasi nyata yang tak boleh tenggelam oleh zaman.
Kini, penulis menjalani kiprah sebagai entrepreneur sejati di sektor perdagangan internasional (ekspor-impor) dan jasa pariwisata outbound & inbound, didampingi oleh dua orang putri serta seorang istri tercinta yang berasal dari Kota Kalong, Watansoppeng — kota penuh sejarah dan semangat juang.
AKGlobal Institute, Jakarta
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…
Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…
Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…
Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…