Sengkang, KABARWAJO.ID – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, Andi Cakunu, menanggapi terkait usulan pengadaan toilet umum di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Callaccu yang menjadi salah satu ruang publik bagi warga Kabupaten Wajo.
“Usulan pengadaan toilet umum di kawasan RTH sejalan dengan rekomendasi tim validasi kabupaten sehat terkait fasilitas sanitasi,” ungkap Andi Cakunu saat dikonfirmasi KABARWAJO.ID, Rabu (8/10/2025).
Diketahui, tim validasi lapangan tingkat nasional penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat telah melakukan kunjungan penilaian di daerah ini, Selasa (30/9).
Dengan penerimaan tim validasi lapangan Kabupaten/Kota Sehat, Kabupaten Wajo menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan Kabupaten Sehat tingkat nasional.
“Secara umum, penilaian sudah di tangan kami. Kami berharap Kabupaten Wajo bisa bercermin dari apa yang kami validasikan di tingkat nasional,” kata Ketua Tim Validasi Lapangan Kabupaten/Kota Sehat Nasional, Andi Anugrah.
“Pemberian penghargaan tentu melalui proses yang panjang. Jadi tolong apa yang kami sampaikan agar kiranya ditindaklanjuti demikian,” saran dia.
Tata Ulang Pengelolaan RTH Callaccu
Sebelumnya, Wakil Bupati Wajo dr Baso Rahmanuddin menegaskan perlu adanya optimalisasi dalam pengelolaan RTH Callaccu sehingga bisa memberikan manfaat ekonomis dan berkontribusi pada perputaran ekonomi masyarakat.
Demi kenyamanan pengunjung RTH, Wabup Wajo merespons baik adanya usulan terkait pembangunan toilet umum di kawasan RTH Callaccu.
“Saya mengalaminya, saat ada kegiatan di pelataran RTH Callaccu, toilet hanya ada di bagian timur tepat di musala. Jadi memang perlu ada penambahan toilet umum untuk kenyamanan pengunjung,” ujar Baso Rahmanuddin.
Wabup Wajo juga menegaskan pihaknya sepakat untuk dilakukan penataan ulang dan pengelolaan booth-booth atau kontainer untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) milik Pemerintah Kabupaten Wajo yang ada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Callaccu.
“Kami dari Pemda setuju dengan adanya penataan ulang di RTH Callaccu, sehingga praktik-praktik penyewaan oleh oknum bisa dihentikan,” kata Wabup Wajo saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (7/10).
Dikonfirmasi terpisah, Bupati Wajo Andi Rosman memilih tidak berkomentar banyak terkait polemik dugaan penyewaan booth kontainer UMKM di RTH oleh oknum tertentu. Ia menyatakan pihaknya akan mempelajari hal tersebut.
“Nanti kalau sudah saya lakukan pemantauan di lapangan, baru bisa berkomentar,” kata Andi Rosman saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (8/10).
(Adi PW)



