WA Channel

Sengkang, KABARWAJO.id – Beberapa hari menjelang pencoblosan Pilkada Wajo, lantai dua di Posko Induk Pemenangan pasangan Andi Rosman dan dr Baso Rahmanuddin (AR-Rahman) sekaligus menjadi lokasi nonton bareng tim nasional Indonesia melawan Arab Saudi, Selasa (19/11) malam.

Saat itu, tim nasional Indonesia di bawah asuhan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, sukses mencatatkan kemenangan bersejarah setelah menundukkan Arab Saudi dengan skor 2-0 melalui dua gol yang dicetak Marselino Ferdinan di menit ke-32 dan menit ke-57.

Kemenangan ini mengantarkan tim nasional Indonesia pada urutan ketiga dengan 6 poin di Grup C Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sementara Arab Saudi di peringkat 4 dengan poin yang sama, tetapi kalah selisih gol.

H. Ashar Karateng selaku Ketua Tim Pemenangan pasangan AR-Rahman enggan berkomentar banyak terkait kemenangan timnas Indonesia melawan Arab Saudi.

“Sebut saja kemenangan bersejarah timnas Indonesia, tidak usah menyebutkan skornya 2-0,” ujarnya, saat itu.

Saya pun memaklumi. Mungkin saja, karena angka 2 terlanjur identik dengan pasangan rival AR-Rahman, Amran Mahmud-Amran SE (Pammase).

Ia lalu mengarahkan saya untuk meminta tanggapan Ardiansyah Rahim yang merupakan Sekretaris Tim Pemenangan pasangan AR-Rahman.

“Ini kemenangan bersejarah Indonesia atas Arab Saudi dan berhasil mematahkan prediksi banyak pihak. Timnas Indonesia di ajang ini selaku kuda hitam, sedangkan Arab Saudi merupakan tim kuat Asia dan merupakan langganan Piala Dunia,” kata Ardiansyah Rahim.

“Tentunya, kemenangan bersejarah Indonesia ini menjadi inspirasi bagi AR-Rahman selaku kuda hitam di Pilkada Wajo untuk menumbangkan paslon “petahana”. Ewako, AR-Rahman,” imbuh politisi Partai Demokrat ini.

Nonton bareng tim nasional Indonesia melawan Arab Saudi di Posko Induk Pemenangan AR-Rahman, Selasa (19/11) malam. Foto: Adi PW

Beberapa hari berselang, seloroh atas kemenangan bersejarah timnas Indonesia melawan Arab Saudi menjadi kenyataan.

Versi hitung cepat yang dilakukan lembaga survei nasional Jaringan Suara Indonesia (JSI), pasangan AR-Rahman hampir dipastikan menjadi pemenang Pilkada Wajo 2024 menumbangkan “paslon petahana” Pammase yang sebelumnya disebut-sebut unggul di sejumlah lembaga survei.

Ibarat Shin Tae-yong, Ashar Karateng menjadi salah satu sosok vital dalam tim pemenangan pasangan Andi Rosman-dr Baso Rahmanuddin.

Secara kebetulan, mantan Sekretaris HMI Cabang Ujung Pandang ini juga pernah merasakan kehidupan di Korea Selatan dan Jepang sebagai tim ahli Japan International Cooperation Agency (JICA).

Ia pun mengisahkan awal dirinya diberikan mandat sebagai Ketua Tim Pemenangan AR-Rahman di Pilkada Wajo 2024.

Ashar menyebutkan, dirinya sempat berkali-kali disambangi Andi Rosman yang kemudian menunjuknya sebagai Ketua Tim Pemenangan.

“Beliau (Andi Rosman) langsung tunjuk saya,” ujarnya.

Penunjukan tersebut sekaligus menandai perjalanan menuju harapan baru Kabupaten Wajo dimulai.

Ia selaku “pelatih kepala” langsung membentuk tim pemenangan. Sebagai “asisten pelatih” dalam tim AR-Rahman, Ashar Karateng lalu mempercayakan kepada politisi Partai Demokrat Ardiansyah Rahim sebagai sekretaris tim pemenangan.

Lewat tangan dingin Ashar Karateng didampingi Ardiansyah Rahim, Andi Rosman dan dr Baso Rahmanuddin disatukan.

Dua figur ini memiliki visi dan tujuan yang sama, yaitu melihat Kabupaten Wajo bangkit dari keterpurukan.

“Dalam sebuah lingkaran, Kak Aji lah yang menjadi titik tengah, merancang strategi, memberi arahan, dan tentunya keputusan yang diambil penuh perhitungan dan presisi yang matang,” kata Koordinator Divisi Media yang juga juru bicara AR-Rahman, Andi Gusti Makkarodda.

Politisi Partai Golkar ini menyebut, figur Ashar Karateng sebagai power of the ring. Sebelum dipercayakan sebagai Ketua Tim Pemenangan AR-Rahman, Ashar Karateng sudah punya jejak mentereng.

Sosok kelahiran Kabupaten Wajo, 8 Desember 1966 ini, aktif sebagai konsultan program pemberdayaan masyarakat.

Ashar menempuh pendidikan SD di Siwa pada tahun 1980, dilanjutkan ke tingkat menengah di SMP Negeri Siwa tahun 1983, dan SMA Negeri 1 Wajo tahun 1986.

Di tingkat perguruan tinggi, ia menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin, dan tercatat sebagai lulusan tahun 1992.

Wakil Presiden Indonesia Max Owner (IMO) ini juga pernah menempuh pendidikan Magister Manajemen di Universitas Hasanuddin.

Selain pernah menjadi tim ahli dari Japan International Cooperation Agency (JICA) yang ditugaskan di Jepang dan Korea Selatan, Ashar Karateng juga berpengalaman menjadi tenaga ahli Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di masa awal Reformasi.

Ia menyebut menjadi seorang riders berarti menjalani hidup dengan kesenangan.

“Dengan itu, silaturahmi antarsesama lebih luas dan terjalin baik pastinya. Apalagi, setiap berkunjung ke tempat atau daerah-daerah pasti menyimpan sejuta cerita yang penuh makna hidup,” ujarnya.

Di balik aktivitasnya sebagai Ketua Tim Pemenangan AR-Rahman, Ashar Karateng saat ini menjadi konsultan program pemberdayaan masyarakat desa di Luwu Timur bekerja sama dengan PT Vale. []